Berita Blora
Fakta Kisruh Perindo Blora, Baskoro Santiko Urung Jadi Caleg hingga Mundur dari Jabatan Ketua DPD
Fakta geger atau kisruh Partai Perindo Blora, Baskoro Santiko, urung jadi bakal caleg DPRD Blora hingga mundur dari Ketua DPD Blora.
Penulis: Ahmad Mustakim | Editor: Yayan Isro Roziki
TRIBUNMURIA.COM, BLORA – Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Blora dilanda kisruh saat tahun politik menjelas Pemilu 2024.
Baskor Santiko urung menjadi bakal calon legislatif (caleg) DPRD Blora, hingga mundur dari jabatan Ketua DPD Perindo Blora.
Bahkan, Baskor Santiko, telah mengirimkan surat pengunduran dirinya kepada Ketua Umum Perindo, Hary Tanoesoedibjo.
Baca juga: Resmi Dapat Dukungan Perindo, Ganjar: Hary Tanoe Punya Kekuatan Media Besar, Energi Kita Banyak
Baca juga: Aksi Demonstrasi Tuntut Bongkar Kasus Suap Seleksi Perades, Nama Ketua Perindo Blora Turut Disebut
Baca juga: KPU Blora Temukan Belasan Bacaleg Masih Berstatus PNS di KTP saat Vermin Bacaleg DPRD
Kisruh di tubuh Perindo Blora ini menjadi kejutan. Musababnya, Baskor Santiko telah mengawal pendaftaran bakal caleg Perindo ke KPU Blora.
Meski dinilai mengejutkan, Baskor Santiko mengatakan, pengunduran dirinya dari bakal caleg DPRD hingga Ketua DPD Perindo Blora sudah bulat.
Baskor mengatakan, alasan dirinya mundur lantaran tak memiliki cukup waktu untuk menggalang massa untuk memenuhi target-target yang telah ditetapkan Perindo Blora.
Hal itu diperparah dengan banyaknya muncul gesekan antarpengurus di Perindo Blora.
Baskoro menegaskan, adanya gesekan di dalam internal partai membuat dirinya menarik diri dari pencalegan dan mundur dari ketua DPD Perindo Blora.
"Jujur terjadi ketidakharmonisan di antara pengurus partai Perindo," ucap Baskoro Santiko kepada tribunmuria.com, Rabu (21/6/2023).
Baskoro Santiko merasa tidak dihargai saat menjadi Ketua DPD Blora.
Misalnya, tindakan overlapping yang dilakukan pengurus lainnya kepada dirinya.
Selain itu, keputusannya itu juga didukung oleh faktor keluarga.
Dirinya ingin lebih bisa menghabiskan waktu untuk bersama keluarga.
Selain itu, dirinya mengakui juga banyak kegiatan di luar partai.
‘’Ketika rapat saya merasa tidak dihargai. Memang saya ini orang baru di Perindo, tapi tolong saling menghargai saja."
"Apalagi waktu itu saya selaku Ketua DPD perindo Blora, jadinya nggak nyaman," terang Baskoro Santiko.
"Selain itu, saya akui tidak punya waktu yang cukup untuk menggalang massa. Mungkin kedepannya pengen momong anak cucu saja, lebih ke family time,’’ imbuh Baskoro Santiko.
Dirinya menuturkan, selama pendaftaran bacaleg ya pada sebagian dapil itu menggunakan dana pribadinya.
Selain itu, saat ini ia juga belum mengetahui pengganti dirinya untuk menjadi ketua DPD selanjutnya.
Baskoro juga mengaku masih ada keinginan untuk kembali ke dunia politik lagi.
‘’Padahal yang ngurusin cek kesehatan, SKCK, dan suket di PA untuk para bacaleg perindo Blora dari berbagai dapil itu pakai uang pribadi saya."
"Terkait balik ke dunia politik belum bisa saya pastikan. Untuk sekarang lebih mengamati dan menunggu."
"Kita lihat saja ke depannya,’’ tutur Baskoro Santiko.
Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPU) Kabupaten Blora, mengatakan, pihaknya telah menerima surat tembusan terkait mundurnya ketua DPD Perindo itu.
Namun, menurutnya ini masih ranahnya partai sehingga keputusan yang sifatnya internal, akan diserahkan kembali kepada partai.
‘’Kalau memang ini disetujui oleh internal partainya, dan nanti yang bersangkutan itu mengundurkan diri dari ketua partai, maka proses pencalegannya harus ada ketua DPD definitif," terang Hamdun.
"Yang dapat menandatangani dokumen, seandainya nanti ada dokumen-dokumen pencalegan yang perlu perubahan."
"Kemudian terkait pencalegan yang mengundurkan diri, maka ini diserahkan kepada partai."
"Mau diganti, mau tidak disetujui, atau mau dikeluarkan dan tidak diganti,’’’ tambah Hamdun.
Hamdun juga mengatakan, adapun jadwal verifikasi administrasi (vermin) yang berlangsung hingga 23 Juni 2023 dan pada 24 hingga 26 Juni penyerahan hasil vermin tersebut.
Setelah itu, ada waktu 2 minggu bagi partai untuk perbaikan dokumen-dokumen tersebut.
‘’Perbaikan itu juga macam-macam contohnya. Ada pengganti calon, ubah nomor urut, perbaikan dokumen-dokumen,’’ pungkas Hamdun. (Kim)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/Baskoro-Santiko-saat-menjadi-masih-menjadi-Ketua-DPD-Perindo-Blora.jpg)