Rabu, 29 April 2026

Berita Blora

Harga Telur di Blora Tembus Rp 32 Ribu Per Kg, Pedagang Pilih Batasi Stok

Harga telur yang belum stabil dan masih naik turun membuat salah seorang penjual telur di Desa Sarimulyo, Ngawen, Blora membatasi stoknya

Tayang:
Penulis: Ahmad Mustakim | Editor: Muhammad Olies
TRIBUNMURIA/AHMAD MUSTAKIM
Pedagang telur asal Desa Sarimulyo, Ngawen, bernama Miftah yang menamai brand usahannya dengan nama Berkah Telur saat menata wadah telur di rumahnya. 

TRIBUNMURIA.COM, BLORA – Harga telur yang belum stabil dan masih naik turun membuat salah seorang penjual telur di Desa Sarimulyo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora membatasi stoknya.

Pedagang telur tersebut bernama Miftah yang menamai brand usahannya dengan nama Berkah Telur.

Miftah mengkhawatirkan harga salah satu jenis sembako itu kini mulai turun.

Saat tribunmuria.com ini berkunjung di rumahnya, stok telur yang dimiliki Miftah hanya tinggal dua tumpuk saja.

Telur itu masih tersisa karena ukurannya termasuk kecil, sehingga belum didistribusikan ke toko-toko pelanggan ecerannya.

"Harga telur saat ini cenderung menurun. Pas harga naik kemarin permintaan semakin sedikit. Sehingga aku ambil stok secukupnya saja. Takut e nanti keturun harga jadi nggak bisa jual," ungkap Miftah kepada tribunmuria.com di rumahnya, Selasa (23/5/2023).

Baca juga: Harga Telur Melonjak, Pembeli di Pasar Bitingan Kudus Cari Telur Pecah untuk Dikonsumsi

Baca juga: Harga Telur Melonjak Hingga Rp 32 Ribu Per Kg, Ini Kata Asosiasi Unggas

Baca juga: Harga Telur Ayam di Karanganyar Capai Rp 31 Ribu Per Kg, Daya Beli Masyarakat Turun

Bapak dua anak ini menjelaskan, harga telur mencapai puncaknya pada pekan lalu.

Saat itu dirinya menjual telur ke pedagang di pasar hingga mencapai harga Rp 30.500,-.

Sedangkan penjual eceran mematok harga sekitar Rp 34 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogramnya.

Namun saat ini harga telur ayam itu berangsur menurun hingga pada harga Rp 29,5 ribu untuk penjual pasar dan harga Rp 32 ribu untuk konsumen atau eceran.

"Pas selo (bulan hijriah setelah syawal, Red) ini, biasanya turun terus," ujar Miftah.

Biasanya, kenaikan harga telur ayam terjadi menjelang lebaran.

Namun harga menjelang lebaran lalu terhitung stabil.

Peningkatan harga telur justru terjadi beberapa saat setelah lebaran Idulfitri.

Miftah mengaku mendistribusikan telurnya hingga ke Pati, Grobogan, Rembang, serta pasar-pasar lokal.

Sumber: TribunMuria.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved