Hukum dan Kriminal
Begini Kondisi Kejiwaan Husen Pelaku Pembunuhan Mayat Dicor Semarang
Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar menyebut, kondisi kejiwaan tersangka pembunuhan Muhammad Husen (28) tak alami gangguan.
Penulis: Iwan Arifianto | Editor: Muhammad Olies
TRIBUNMURIA.COM, SEMARANG - Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar menyebut, kondisi kejiwaan tersangka pembunuhan Muhammad Husen (28) tak alami gangguan.
Sebelumnya, Husen menghabisi nyawa Irwan Hutagalung (53) bosnya sendiri lalu mengecornya di tempat usaha isi ulang air galon dan elpiji di Jalan Mulawarman Raya, Tembalang, Kota Semarang, Kamis (4/5/2023) malam.
Polisi masih menyatakan kondisi kejiwaan Husen sehat lantaran ada beberapa indikator.
"Pertama, sebelum kejadian pembunuhan Husen sudah merencanakan. Pada hari Senin (empat hari sebelum kejadian) tersangka menyampaikan akan melakukan hal itu, berarti ada perencanaan," beber Kombes Irwan, Selasa (16/5/2023).
Setelah membunuh, Husen melakukan berbagai tindakan meliputi memutilasi, mengecor hingga mengambil barang dan uang korban untuk bersenang-senang.
"Dari indikator itu tidak menunjukkan orang yang alami gangguan jiwa," imbuhnya.
Baca juga: Motif Husen Mutilasi dan Cor Mayat Bos Galon Irwan Hutagalung, Dendam Sakit Hati Sering Dimarahi?
Baca juga: Husen Sempat Booking Perempuan via Michat dari Uang Milik Bos Galon yang Dicor dan Dimutilasi
Baca juga: Imam Pedagang Angkringan Kawan Husen Pembunuh Mayat Dicor Semarang Ditetapkan Tersangka
Berikutnya, polisi sejauh ini tidak mendapatkan catatan kesehatan kejiwaan dari Husen.
Pihak keluarga tidak ada yang memberikan keterangan bahwa tersangka alami gangguan kejiwaan.
"Raut wajah Husen memang seperti itu, sakit hatinya menimbulkan kegilaan," jelas Kapolrestabes.
Terpisah, Ketua DPC Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kota Semarang, M. Manurung membantah keterangan tersangka dalam konferensi pers di kantor Polrestabes Semarang beberapa hari lalu.
Ia mengaku, sudah mengenal korban sejak kulah sehingga dapat menyimpulkan korban adalah orang yang baik.
"Kami kenal korban memiliki kepribadian baik. Kami kenal lama, tidak satu dua bulan tapi bertahun-tahun," jelasnya.
Menurutnya, pernyataan dari tersangka adalah bagian dari alibi untuk menghindari jeratan hukuman.
Ucapan tersangka dinilai hanya mengalihkan esensi persoalan pembunuhan supaya bisa lepas dari jeratan hukum.
Pun, tersangka dituding berpura-pura menjadi orang gila padahal tampak seperti orang sehat.
"Tentu kita serahkan ke aparat hukum. Untuk diungkap secara jujur dan terang-terangnya. Kami akan memonitor sampai nanti putusan hakim di pengadilan," bebernya. (Iwn)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/asdasdsadtttyy.jpg)