Viral
Viral, Buka Bersama WNA dan Pekerja Perempuan di Jepara Dibarengi Minum Miras
Warga Jepara dikejutkan dengan beredarnya video yang mempertontonkan aktivitas WNA bersama sejumlah pegawai perempuan yang sedang minum miras
TRIBUNMURIA.COM, JEPARA - Berbagai elemen di Kabupaten Jepara dikejutkan dengan beredarnya video singkat yang mempertontonkan aktivitas warga negara asing (WNA) bersama sejumlah pegawai perempuan salah satu pabrik di Jepara, bahkan ada juga yang berjilbab sedang merayakan sesuatu sembari meminum minuman keras.
Video itu beredar di berbagai grup media sosial baik WA maupun facebook yang ada di Jepara. Narasi yang tertulis jika aktivitas itu dilakukan saat buka bersama antara karyawan dan manajemen salah satu pabrik di Jepara.
Sejumlah tokoh masyarakat mulai dari anggota DPR asal Jepara, kepala desa hingga tokoh agama juga turut membagikan video itu melalui media sosial mereka.
Kontan saja, video itu menyulut reaksi dari sebagian besar masyarakat Jepara yang sedang menjalani ibadah puasa Ramadan. Terlebih Jepara memang dikenal sebagai daerah yang relijius. Tak hanya itu, video itu juga viral bertepatan dengan hari lahir tokoh emansipasi perempuan Indonesia asal Jepara, RA Kartini, yang diperingati tiap 21 April.
Kader muda NU di Jepara, Dr Muh Khamdan juga menyoroti persoalan ini. Doktor lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menilai video tersebut seolah membuka kotak pandora atas sejumlah persoalan menyangkut relasi buruh, pabrik, dan perubahan sosial masyarakat Jepara.
Industrialisasi yang diiringi migrasi penduduk dari satu daerah ke daerah lain, seringkali menjadi sebab konflik sosial. Satu hal yang tak bisa dihindari dalam proses industrialisasi di manapun terjadi adalah culture shock atau keterkejutan budaya.
Menurutnya, masyarakat Jepara yang dikenal religius, tiba-tiba menghadapi budaya baru pengabaian nilai keagamaan. Fenomena buruh pabrik garmen yang tidak puasa Ramadan misalnya, tersebar di wilayah Jepara bagian Selatan.
"Saya dari Nalumsari atau kawasan Jepara selatan, jadi tahu persis soal ini. Saya lihat ramainya warung dan rumah makan yang diserbu para buruh saat jam makan siang. Belum lagi jam kerja pabrik yang berjalan seperti bulan-bulan biasa, seolah pabrik dengan investasi dari WNA itu tidak memberikan rasa hormat pada masyarakat Jepara atas bulan Ramadan," kata Khamdan, Jumat (21/4/2023).
Baca juga: Jelang Lebaran, Polres Jepara Musnahkan 2.344 Botol Miras Berbagai Merek dan 2.552 Liter Oplosan
Baca juga: Jelang Sahur, 2 Pasang Muda Mudi Pesta Miras di Balai Jagong Kudus, Langsung Diciduk Tim URC Muria
Ia menduga aktivitas WNA dan sejumlah pekerja perempuan itu melanggar Perda tentang minuman keras di Jepara yang hingga kini mengamanatkan nol persen alkohol. Menurut Khamdan, jika persoalan ini dibiarkan akan menjadi bom waktu yang merugikan Jepara.
"Perlu kepedulian masyarakat karena itu kunci sebelum bom waktu benar-benar meledak seiring efek negatif industrialisasi melalui pabrik asing di Jepara," jelasnya.
Anggota DPR RI asal Margoyoso Kalinyamatan Jepara H Abdul Wachid juga menyoroti persoalan ini. Ia juga tak melihat ada persoalan serius di balik beredarnya video WNA dan sejumlah perempuan pekerja pabrik sedang minum sembari mengkonsumsi miras tersebut.
"Saya melihat video itu miris dan Ibu Pertiwi menangis. Bagaimana kalau generasi kita di masa yang akan datang kalau sudah konsumsi miras. Yang jelas sudah tidak sesuai dengan perilaku bangsa kita," kata wakil rakyat asal Partai Gerindra ini
Terkait persoalan ini, Abdul Wachid langsung berkoordinasi dengan Pemkab Jepara terkait persoalan ini. Ia ingin aktivitas pesta miras WNA dan sejumlah perempuan itu ditindak tegas.
"Saya minta Pemda Jepara turun tangan," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/jhttydadsa.jpg)