Jumat, 22 Mei 2026

Berita Kabupaten Semarang

Jalan Penghubung Gunungpati-Ungaran Barat Tertutup Total, Longsor Terjang Desa Kalisidi

Hujan lebat yang terjadi di wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang pada Senin (10/4/2023) menimbulkan dampak longsor

Tayang:
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: Muhammad Olies
Tribunmuria.com/REZA GUSTAV
BPBD Kabupaten Semarang gunakan ekskavator untuk membersihkan material longsor di Dusun Mrunten Wetan, Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Senin (10/4/2023) sore. 

TRIBUNMURIA.COM, UNGARAN - Hujan lebat yang terjadi di wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang pada Senin (10/4/2023) memicu terjadinya longsor di kawasan setempat. 

Sebuah tebing setinggi 30 meter longsor hingga menutup total akses Jalan Biduri, Dusun Mrunten Wetan, Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat.

Material berupa lumpur, bebatuan serta batang-batang pohon bambu berceceran di jalan.

Hingga pukul 16.22 WIB, sejumlah anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang bersama warga setempat masih membersihkan material longsor tersebut.

Sebuah ekskavator diterjunkan untuk memindahkan material longsoran.

Berdasarkan penuturan Kepala Dusun Mrunten Wetan, Yuni Mardiyanto, longsor disebabkan tanah di tebing yang tidak kuat menahan aliran air hujan.

Pada 2023, lanjut dia, peristiwa longsor di lokasi yang sama sudah terjadi dua kali.

 “Tidak ada korban, namun akses penghubung Gunungpati (Kota Semarang) dengan Ungaran Barat (Kabupaten Semarang) tertutup,” kata Yuni Mardiyanto kepada Tribunjateng.com.

Baca juga: BREAKING NEWS: Jalur Semarang - Magelang Kembali Lumpuh, Longsor Lagi di Pringsurat Temanggung

Baca juga: Sembilan Orang Tertimpa Tanah Longsor Sedang Masak-masak Buat Hajatan di Kabupaten Semarang

Baca juga: Sehari Jelang Nikahan, Tenda Hajatan Malah Diterjang Longsor, 8 Warga Thekelan Alami Luka

Sementara itu, anggota Satgas Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Kabupaten Semarang, Budi Priyono menambahkan, pihaknya mengupayakan agar material dapat dibersihkan dan jalan itu dapat kembali dilewati warga pada malam harinya.

“Jadi dipindah dahulu materialnya, namun kami masih mencari lokasi untuk pembuangan tanah dan lain-lainnya,” ungkap dia.

Dampak lain adanya peristiwa longsor tersebut yaitu terputusnya aliran listrik karena batang-batang pohon bambu yang longsor juga menimpa kabel listrik. (*)


 

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved