Rakornas PAN

Jokowi Sindir Ganjar dan Erick Thohir, Buka Rakornas PAN di Semarang

Presiden RI, Joko Widodo membuka Workshop dan Rapat Koordinasi Nasional Partai Amanat Nasional (Rakornas PAN) di Semarang, Minggu (26/2/2023).

Penulis: Hermawan Handaka | Editor: Muhammad Olies
Tribunmuria.com/Hermawan
Presiden Jokowi didampingi Zulkifli Hasan saat kegiatan Workshop dan Rakornas PAN yang digelar di Semarang, Minggu (26/2/2023). 

TRIBUNMURIA.COM, SEMARANG - Kontestasi pemilu hanya tinggal kurang satu tahun lagi. Pemilihan umum tahun 2024 nanti 60 persen pemilihnya adalah berusia di bawah 40 tahun.

Maka PAN memiliki strategi yang tepat dalam merekrut generasi milenial.

Hal itu disampaikan oleh Presiden RI, Joko Widodo saat membuka Workshop dan Rapat Koordinasi Nasional Partai Amanat Nasional (Rakornas PAN) pada Minggu (26/2/2023) di Hotel Padma Kota Semarang.

"Saya melihat PAN sangat jeli melihat peluang dan mengatur strategi untuk pemenangan pemilu," ujar Jokowi.

Tak ketinggalan pula, Jokowi menyindir dua orang tamu istimewa yang selama ini diisukan mencalonkan diri menjadi presiden, yakni Ganjar Pranowo dan Erick Thohir.

"Biasanya saat acara besar partai kami selalu mengabsen siapa calon presiden yang hadir. Tapi kali ini saya tidak akan mengabsen karena hanya dua orang yang pengin jadi Capres yang hadir," ujar presiden disambut tawa peserta.

Baca juga: Zulkifli Hasan Beber Alasan Rakornas Digelar di Jateng, Sebut Jokowi Sangat Berarti Bagi PAN 

Baca juga: Tanpa Partai, Advokat Muda ini Siap Ramaikan Gawe Pilkada Batang 2024

Baca juga: Capres Cawapres dari PAN Diumumkan saat Rakornas di Semarang, Ada Khofifah, Ganjar Hingga Mardiono

Tapi kemudian Jokowi menegaskan, kinerja pemerintah yang ada di bawahnya selama 8 tahun ini jangan sampai sia-sia hanya karena perpecahan politik.

"Tapi yang pasti saya ingin agar pemilu, politik, tidak memecah belah kita. Saya merasa sia-sia jika kerja pemerintah selama 8 tahun ini gagal karena perpecahan," ucapnya.

Jokowi juga menyampaikan nilai investasi yang ada di Indonesia hingga saat ini yaitu prosentase investasi yang tadinya Jawa Sentris menjadi seimbang. 

Pembangunan yang tadinya kota sentris menjadi desa sentris. Serta perubahan skema ekspor bahan mineral, yang tadinya ekspor bahan mentah, saat ini harus ada hilirisasi dan ekspor bahan jadi atau setengah jadi.

"Semua orientasi ekonomi harus dirubah. Penjualan bahan tambang harus memberikan nilai tambah. Pembangunan juga jangan cuma di Jawa dan di Kota. Harus berani membangun di luar Jawa dan Desa," ujarnya.(*)

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved