Berita Jateng
Genjot Keuangan Daerah, Wali Kota Semarang Minta Dinas Penghasil PAD Optimalkan Sumber Pendapatan
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu meminta dinas penghasil pendapatan asli daerah (PAD) dapat mengoptimalkan pendapatan
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Moch Anhar
TRIBUNMURIA.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu meminta dinas penghasil pendapatan asli daerah (PAD) dapat mengoptimalkan pendapatan.
Setiap dinas harus dapat menggali potensi yang ada sesuai kajian.
Dia mendorong Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) melakukan kajian potensi pendapatan agar bisa menjadi patokan bagi dinas untuk menggali potensi yang ada.
"Bappeda kan punya litbang. Yang buat kajian mereka. Bukan masing-masing dinas yang buat kajian," ujar Ita, sapaannya, saat menghadiri kegiatan Optimalisasi PAD dan Peningkatan Kinerja BUMD dan BLUD pada Pemkot Semarang, Kamis (2/2/2023).
Baca juga: Sempat Dilaporkan Hilang, Nelayan Asal Mlonggo Ditemukan Selamat di Pulau Mandalika Jepara
Ita menyebut, ada 14 dinas penghasil PAD.
Seluruhnya harus didorong untuk mengoptimalkan PAD.
Dia mencontohkan, Dinas Lingkungan Hidup masih perlu dioptimalkan.
Pasalnya, dari hasil kajian baru 10 persen sampah yang dikumpulkan.
Artinya, masih ada 90 persen yang bisa didapatkan.
Begitu pula pendapatan retribusi dari Dinas Perdagangan masih perlu dioptimalkan.
"Dinas Perdagangan ada sekian pedagang. Dibagi 52 pasar. Ketemunya 250 pedagang. Apa mungkin satu pasar hanya 250 pedagang. Maka, ini perlu optimalisasi," tandasnya.
Ita menekankan, PAD seharusnya bisa di atas 50 persen dari total APBD. Jika APBD Kota Semarang sebesar Rp 5,2 triliun.
Sedangkan, realisasi PAD hanya Rp 2,5 triliun masih dinilai kurang. Maka, semua dinas penghasil PAD harus didorong agar bisa mengoptimalkan pendapatan.
Menurutnya, perlu ada mapping yang jelas agar PAD bisa meningkat.
"Pajak daerah tinggi. Sudah mencapai target semua, tapi saya ingin lebih tinggi. Contoh, pajak hiburan belum maksimal. Semarang sudah ramai. Kok bisa-bisanya pajak hiburan sedikit. Tidak reasonable," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/WALI-KOTA-SEMARANG-22.jpg)