Selasa, 5 Mei 2026

Liga 1

Aremania Sesalkan Aksi Pembakaran Logo Arema, Yuli Sumpil: Pengkhianatan Arek Malang

Perusakan logo Arema FC menjadi keprihatinan kalangan suporter tim kebanggaan Malang ini. Aksi perusakan itu dinilai menyakiti perasaan Aremania.

Tayang:
Editor: Muhammad Olies
Tribun Jatim Network/Rifky Edgar
Aremania kembali memasang logo Arema FC di Kandang Singa 

TRIBUNMURIA.COM - Perusakan logo Arema FC menjadi keprihatinan kalangan suporter tim sepakbola kebanggaan Malang ini.  

Aksi perusakan oleh oknum suporter itu dinilai menyakiti perasaan Aremania.

Aksi perusakan logo Arema FC itu terjadi pada Minggu (29/1/2023). Sekelompok suporter yang mengatasnamakan Arek Malang menggelar unjuk rasa di Kantor Arema FC.

Demo tersebut berujung kericuhan dan terjadi insiden perusakan di kantor dan ofisial store Arema FC.

Logo klub berjulukan Singo Edan turut menjadi sasaran massa dengan cara dibakar.

"Saya sangat prihatin atas tindakan anarkisme ini.  Tindakan ini tak menghormati perjuangan Aremania yang selalu memberikan dukungan kepada tim," kata pentolan suporter Arema FC, Yuli Sumpil.

 "Ribuan Aremania mengorbankan jiwa raganya untuk lambang yang sangat sakral itu, ke mana-mana kita diserang demi nama Arema," ucap Yuli Sumpil saat rapat koordinasi dengan manajemen Arema FC, Selasa (31/1/2023), dikutip dari kompas.com.

"Logo kita dihancurkan lawan itu kita sakit hati, apalagi yang merusak teman kita sendiri yang mengaku Aremania."

"Kalau memang mengaku Aremania jangan seperti itu, logo ini tidak bersalah."

"Logo ini jiwa raga Arek Malang Aremania, teman-teman kita banyak yang gugur membela logo ini, kok seenaknya sendiri diinjak, logo dibakar. Pengkhianatan Arek Malang itu," ujar yuli Sumpil lantang.

Baca juga: Argentina Juara Piala Dunia 2022, Ini Penyesalan Terbesar Lionel Messi

Baca juga: PSIS Rekrut Dua Pemain Baru, Tapi juga Lego Jonathan Cantillana, Alie Sesay Cs

Baca juga: Kandang Baru Arema FC Masih Tak Jelas, Ajukan Stadion PTIK Jadi Homebase

Yuli Sumpil melanjutkan, logo Arema FC memiliki makna berharga. Bukan hanya semata lambang kebesaran, melainkan pemersatu Kota Malang.

Ia pun berharap aksi yang bertujuan memperjuangkan korban Tragedi Kanjuruhan dilakukan dengan cara semestinya tanpa adanya pengerusakan, terlebih melukai logo Arema FC.

"Tidak peduli mau Aremania yang mana saya tetap menghormati logo mereka. Kita saling menghormati saling menghargai meskipun beda paham, tapi kalau ada yang merusak logo kebanggaan kita semua tidak ada benarnya apapun alasannya," ujarnya.

"Mari kita jaga kebersamaan, Kota Malang harus harmonis, jangan sampai terpecah belah lagi."

"Mari kita jaga usut tuntas ini sebenar-benarnya sampai tuntas, kita perjuangkan hak-hak yang telah mendahului kita, hak-hak keluarga yang telah ditinggalkan, jangan dibuat melenceng," ujarnya.

Sumber: BolaSport.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved