Berita Ekonomi

Ancaman Resesi Ekonomi di Depan Mata, Ini Tips Agar Kantong dan Dompet Tetap Tebal  

Meski geliat ekonomi dalam bayang-bayang resesi, maka perlu upaya dan kiat tertentu agar keuangan tetap terjaga. Dompet maupun kantong tetap tebal.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Muhammad Olies
Tribun Muria/ Rezanda Akbar D
Pedagang di pasar tradisional keluhkan kenaikan harga bahan kebutuhan pokok masyarakat. 

TRIBUNMURIA.COM, KUDUS - Resesi ekonomi diprediksi bakal menjadi kenyataan pada tahun 2023. 

Meski geliat ekonomi dalam bayang-bayang resesi, maka perlu upaya dan kiat tertentu agar keuangan tetap terjaga. Dompet maupun kantong celana tetap tebal berisi uang. 

Tips itu dibagikan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muria Kudus (UMK), Keke Tamara Fahira. Menurut Keke, tips ini bisa diterapkan siapapun, terlebih anak-anak muda untuk menghadapi resesi ekonomi pada tahun ini.

“Langkah-langkahnya yang paling utama mungkin bisa menambah dan meningkatkan skill, terus mengembangkan diri, dan mempelajari keahlian baru,” jelas Keke saat dihubungi, Senin (9/1/2023).

Baca juga: Peternakan Modern Terpadu di Megeri Blora Jadi Percontohan, Bakal Diduplikasi di 15 Kecamatan Lain

Baca juga: HUT ke-50 PDIP, Menanti Kejutan Megawati Soekarnoputri, Hasto Singgung soal Capres 2024

Baca juga: Miris! Kakak Adik Tewas Tenggelam di Wahana Air Dua Naga Boom Boom Wedarijaksa Pati

Seperti diketahui, Dana Moneter Internasional ( Internasional Monetary Fund / IMF) juga merespon serius ancaman resesi ekonomi ini. Baru-baru ini IMF memperkirakan ekonomi dunia akan terdampak resesi.

Akibatnya, perekonomian dunia diperkirakan tumbuh melambat jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada tahun sebelumnya. 

Risiko resesi ekonomi di beberapa negara bahkan meningkat, sejalan dengan pengetatan kebijakan moneter yang sangat agresif untuk merespon lonjakan inflasi. 

Hal ini tentu akan memberikan dampak bagi perekonomian negara berkembang seperti Indonesia. Harga bahan pokok melonjak hingga daya beli masyarakat menurun. 

Menurut Keke, pengelolaan keuangan harus cermat. Harus bisa meminimalisir pengeluaran. Sehingga, perlu untuk membuat skala prioritas keuangan.

“Jika sudah membuat skala prioritas keuangan, wajib kita memiliki dana darurat. Karena dana darurat ini perannya penting, agar keuangan kita bisa stabil, bahkan mungkin jika nantinya akan ada PHK,” terangnya.

Tak kalah pentingnya, kata Keke yakni mencari passive income atau sumber pendapatan lain. 

Memperluas koneksi juga sangat penting, terlebih jika mempunyai usaha sendiri, pasti akan terbantu dengan adanya perluasan koneksi.

“Yang terakhir mungkin kita bisa investasi, namun perlu berhati-hati juga saat investasi,” tutupnya. (Rad)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved