Berita Jateng
Perpustakaan SDN Kuningan 02 Semarang Terendam Banjir, Hari Pertama Sekolah Direncanakan Kerja Bakti
Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kuningan 02 Semarang sempat terendam air semata kaki hingga separuh betis orang dewasa.
Penulis: Amanda Rizqyana | Editor: Moch Anhar
TRIBUNMURIA.COM, SEMARANG - Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kuningan 02 Semarang Utara sempat terendam air semata kaki hingga separuh betis orang dewasa.
Akibat banjir tersebut, terdapat air menggenang di area halaman sekolah yang hingga Minggu (01/01/2023) belum mengering.
Hal tersebut disampaikan oleh Yetty Sari Hastuti, Kepala SDN Kuningan 02 Semarang, akibat hujan deras sejak Jumat (30/12/2022) malam, mengakibatkan banjir di lingkungan sekolah.
Baca juga: Cek, Ada Enam Titik Lokasi Tempat Pengungsian Banjir di Kabupaten Pekalongan
"Pekan pertama sekolah kami tiadakan dulu pembiasaan, tetapi siswa tetap masuk seperti biasa," ungkapnya.
Pembiasaan sekolah seperti upacara, literasi budaya, pembacaan Asmaul Husna, hingga salat dhuha terpaksa ditiadakan karena situasi yang belum memungkinkan.
Ia melanjutkan, tak hanya merendam halaman sekolah, banjir juga merendam sejumlah koleksi buku yang berada di rak paling bawah sekolah.
"Koleksi buku yang tak terpakai dan tengah berada dalam kardus yang ada di lantai pun kemungkinan terendam banjir," ujar Yetty.
Buku-buku tersebut antara lain buku pelajaran dan buku cerita fiksi anak berkisar puluhan buku.
Akibat banjir tersebut, pihaknya memadamkan aliran listrik sementara guna menghindari terjadi hubungan singkat arus listrik.
Sejumlah perangkat elektronik seperti komputer maupun inventaris lainnya telah diamankan guna menghindari terendam air.
Terkait pembersihan lingkungan sekolah akibat banjir, Yetty menyatakan pihaknya akan bekerja bakti dengan rekan guru di hari pertama masuk sekolah semester genap 2022/2023.
Lokasi yang tergenang banjir di sekolahnya antara lain halaman sekolah, perpustakaan, rumah penjaga sekolah, dan ruang kelas 5 dan 6.
"Besok langsung koordinasi dengan teman-teman, setelah apel pagi, kita ganti kaos dan kerja bakti dengan siswa kelas 3, 4, 5, dan 6," jelasnya.
Siswa kelas 1 dan 2 akan membersihkan kelas masing-masing, sementara siswa kelas 3-6 akan membantu membersihkan seluruh area terdampak banjir.
Ia berharap kerja bakti membersihkan sekolah bertujuan untuk memberikan tempat nyaman untuk proses belajar siswa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/kuningan-2-3-45.jpg)