Berita Blora

Blora Kekurangan Dokter, Wilys: Baru Tercapai 50 Persen Dari Kebutuhan Ideal

Kabupaten Blora masih kekurangan tenaga medis khususnya dokter, karena jumlahnya saat ini baru memenuhi sekitar 50 persen dari kebutuhan ideal.

Penulis: Ahmad Mustakim | Editor: Raka F Pujangga
TRIBUNMURIA/AHMAD MUSTAKIM
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, drg Wilys Yuniarti saat ditemui di kantornya. 

TRIBUNMURIA.COM, BLORA – Kabupaten Blora masih kekurangan tenaga medis khususnya dokter, karena jumlahnya saat ini baru memenuhi sekitar 50 persen dari kebutuhan ideal.

Hal itu menyusul jumlah dokter di daerah tersebut belum mendekati rasio perbandingan jumlah penduduk Blora yang saat ini sebanyak 925 ribu orang.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, drg Wilys Yuniarti mengungkapkan, jika mengacu pada layanan kesehatan dibandingkan rasio jumlah penduduk, maka minimal terdapat satu dokter untuk 2.500 penduduk.

Baca juga: Peringati Pathology Day, Dokter Patologi Gelar Bakti Sosial Serentak 24 Kota di Indonesia

Sehingga dengan jumlah penduduk sebanyak 925 ribu orang, Kabupaten Blora membutuhkan sedikitnya 370 orang dokter.

Sedangkan di Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, baru ada sekitar 200 dokter atau kekurangan sekitar 170 orang untuk tenaga kesehatan (nakes).

"Kita masih memenuhi kebutuhan sekitar 50 persen dokter," ucap drg Wilys Yuniarti kepada Tribunmuria.com, Senin (28/11/2022).

Solusinya, lanjut drg Wilys Yuniarti mengatakan, untuk fasilitas kesehatan berkonsentrasi untuk sarana dan Sumber Daya Manusia (SDM).

Terkait ada 2 RS milik pemerintah dan 6 RS milik swasta dianggap jelas kurang karena perbandingan yang ideal, yakni satu dibanding 1000 tempat tidur.

"Ya kalau soal ideal tentu masih kurang," ujar drg Wilys Yuniarti.

Baca juga: Update Gempa Cianjur: Korban Tewas Capai 58 Orang, IDI Kerahkan Dokter ke Lokasi Bencana

Menurutnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Blora sendiri berkonsentrasi mengejar terelisasinya pelayanan Rumah Sakit Umum (RSU) tipe D yang berada di Kecamatan Randublatung untuk itu tahun 2023 mendatang.

Mulai sarana dan prasarananya, alat Kesehatan, dan pemetaan SDM.

Selain itu masih ada yang dipersiapkan untuk rekrutmen SDM-nya.

"Maka segera kita temui ambil langkah selektif. Misalnya SDM yang tidak dipakai di pos Pelayanan Kesehatan kita akan alokasikan dan diperbantukan di RSU tipe D di Randublatung," papar drg Wilys Yuniarti. (*)

Baca juga: Wabup Blora Minta Aparatur di Kecamatan dan Kelurahan Tingkatkan Kualitas SDM: Terus Berinovasi

Untuk diketahui, Kabupaten Blora dengan 16 kecamatan, dengan 271 desa dan 24 kelurahan, dengan jumlah penduduk 925.642 jiwa.

Untuk fasilitas kesehatan ada 2 Rumah Sakit (RS) milik pemerintah dan 6 RS milik swasta.

Kemudian ada 26 Puskesmas, 58 puskesmas pembantu, 23 balai pengobatan, dan 12 rumah bersalin. (kim)

Sumber: TribunMuria.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved