Berita Blora

Angka Stunting di Blora Masih Tinggi, Wabup Etik: Camat dan Puskesmas Harus Punya Data Valid

Wakil Bupati (Wabup) Blora Tri Yuli Setyowati meminta para camat dan kepala Puskesmas se-Kabupaten Blora agar punya data yang valid terkait stunting

Penulis: Ahmad Mustakim | Editor: Yayan Isro Roziki
Humas Prokopim Blora
Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati saat memberikan arahan pada Rapat Evaluasi dan Rencana Tindak Lanjut (RTL) Audit kasus stunting tingkat Kabupaten Blora, di ruang Tiung Biru Kyriad Arra Hotel, Cepu, Rabu (16/11/2022). 

TRIBUNMURIA.COM, BLORA – Wakil Bupati (Wabup) Blora Tri Yuli Setyowati meminta para camat dan kepala Puskesmas se-Kabupaten Blora agar punya data yang valid terkait stunting dan kemiskinan.

Hal itu disampaikan saat memberikan arahan pada Rapat Evaluasi dan Rencana Tindak Lanjut (RTL) Audit kasus stunting tingkat Kabupaten Blora, di ruang Tiung Biru Kyriad Arra Hotel, Cepu, Rabu (16/11/2022).

Diketahui, angka stunting di Kabupaten Blora saat ini masih di angka 21,5 persen, Tri Yuli Setyowati menegaskan perlu percepatan untuk menurunkan angka stunting tersebut.

Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati saat memberikan arahan pada Rapat Evaluasi dan Rencana Tindak Lanjut (RTL) Audit kasus stunting tingkat Kabupaten Blora, di ruang Tiung Biru Kyriad Arra Hotel, Cepu, Rabu (16/11/2022).
Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati saat memberikan arahan pada Rapat Evaluasi dan Rencana Tindak Lanjut (RTL) Audit kasus stunting tingkat Kabupaten Blora, di ruang Tiung Biru Kyriad Arra Hotel, Cepu, Rabu (16/11/2022). (Humas Prokopim Blora)

Baca juga: Angka Stunting 21,5 Persen, Ini Upaya Wakil Bupati Blora Menurunkannya

Sementara itu, pemerintah pusat memberi arahan kepada pemerintah daerah, agar sampai 2024 angka stunting ditargetkan bisa turun di angka 14 persen.

‘’Persoalan stunting dan kemiskinan menjadi target sasaran kita di Pemerintah Kabupaten Blora. Untuk itu mari kita selesaikan,” ucap perempuan yang karib disapa Mbak Etik ini.

Dikatakannya, stunting dan kemiskinan, memiliki korelasi sangat dekat.

Sebab stunting merupakan permasalahan tumbuh kembang anak terutama berkaitan dengan gizi anak.

"Semua pihak untuk selalu berkoordinasi dan berkolaborasi berkaitan dengan permasalahan stunting dan kemiskinan."

"Target kita menurunkan kasus stunting maupun kemiskinan," terang Tri Yuli Setyowati.

Sementara itu, perwakilan BKKBN Jateng, Agus Pujianto menjelaskan, pemerintah pusat telah menetapkan stunting sebagai isu prioritas nasional.

Maka, untuk menyukseskan program itu, terobosan dilakukan dengan pendekatan pendampingan keluarga yang berkesinambungan.

“Pemerintah Indonesia telah menetapkan stunting sebagai isu prioritas nasional dalam target RPJMM 2020-2024."

"Dengan target penurunan di 2019 di angka 27,6 persen menjadi 12 persen di 2024,” terang Agus Pujianto. 

Lanjut Agus Pujianto, perlu dilakukan dari penyiapan calon pengantin, ibu hamil, baduta, dan balita.

Dengan harapan faktor-faktor terjadinya stunting dapat diketahui sehingga dapat langsung dilakukan upaya meminimalisir risiko tersebut. (kim)

Sumber: TribunMuria.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved