Senin, 27 April 2026

Polisi Tembak Mati Polisi

Komnas HAM Sebut CCTV yang Beredar Cuma Akal-akalan Ferdy Sambo Kuatkan Skenario

Komnas HAM menyebut CCTV yang dibuka dan beredar ke publik merupakan akal-akalan Ferdy Sambo menguatkan skenario pembunuhan Brigadir J.

kompas tv
CCTV memperlihatkan Brigadir J tewas setelah penembakan di rumah dinas Ferdy Sambo wilayah Duren Tiga. 

TRIBUNMURIA.COM - Komnas HAM menyebut CCTV yang dibuka dan beredar ke publik merupakan akal-akalan Ferdy Sambo menguatkan skenario pembunuhan Brigadir J.

Hal itu disampaikan Komisioner Komnas HAM Choirul Anam.

Dia mengungkap CCTV terkait kasus tewasnya Brigadir J yang beredar ke publik selama ini tidak lengkap. CCTV  yang beredar selama ini untuk mendukung skenario eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. \

Baca juga: Profil Mohammad Choirul Anam Komisioner Penyelidikan Komnas HAM

Skenario tersebut terkait pelecehan seksual kepada istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi oleh Brigadir J di rumah dinas di Duren Tiga, Jakarta Selatan. 

"Terjadi di Duren Tiga dan dilatarbelakangi dengan tindakan Brigadir J yang diduga melakukan pelecehan seksual sambil menodongkan senjata api terhadap Saudari PC, serta menembak Bharada E. Ini narasi yang awal-awal memang dimunculkan. Dibuat video guna menyesuaikan skenario. Jadi video (CCTV) yang beredar itu dalam konteks konstruksi peristiwa itu tidak lengkap."

"Itu disesuaikan dengan skenario yang dibuat. Nah ini konteks untuk membuat narasi," kata Anam saat konferensi pers di kantor Komnas HAM, dikutip dari tayangan KompasTv, Kamis (1/9/2022).

Selain itu, untuk mendukung skenario pelecehan di rumah Dinas Ferdy Sambo tersebut, dibuatlah dua laporan ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Kini dua laporan tersebut telah dihentikan oleh kepolisian. 

"Terus berikutnya dibuat laporan dua laporan ke Polres Metro Jakarta Selatan." 

 "Tentang dugaan percobaan pembunuhan terhadap Bharada E dan dugaan tindak pidana pelecehan seksual terhadap saudari PC ini yang basisnya di Duren Tiga," kata Anam.

CCTV Pelengkap

Dalam kesempatan yang sama, Komnas HAM  juga menunjukkan video CCTV yang belum pernah terungkap.

Video tersebut merekam peristiwa di rumah pribadi, Irjen Ferdy Sambo di Jalan Saguling III, Duren Tiga, Jakarta Selatan .

Komisioner Komnas HAM, Anam menuturkan apa yang terekam dalam video CCTV itu merupakan adegan penting dalam konstruksi peristiwa terkait kasus pembunuhan Brigadir J.

"Posisi video ini harusnya memang menjadi spektrum dalam konstruksi peristiwa. Kalau ini ada, ini akan terang benderang karena rangkaian peristiwanya ada," kata Anam, Kamis (1/9/2022) sebagaimana dilansir Tribunnews. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved