Jumat, 29 Mei 2026

Berita Jateng

Pedagang Masih Bertahan di Pasar Relokasi MAJT, Dinas Perdagangan Minta Segera Pindah di Johar Baru

Masa kontrak Pasar Relokasi Johar di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) telah berakhir. Para pedagang diimbau segera menempati lapak di Pasar Johar Baru.

Tayang:
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Moch Anhar
TRIBUNMURIA.COM/EKA YULIANTI FAJLIN
Pemerintah Kota Semarang merapatkan terkait pemindahan pedagang dari Pasar Relokasi di MAJT ke Pasar Johar baru, di kantor Satpol PP Kota Semarang, Jumat (26/8/2022). 

TRIBUNMURIA.COM, SEMARANG - Masa kontrak Pasar Relokasi Johar di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) telah berakhir.

Pasar relokasi tersebut sudah tidak dikelola lagi oleh Pemerintah Kota Semarang.

Para pedagang diimbau segera menempati lapak di Pasar Johar Baru. 

Kepala Bidang Penataan Dinas Perdagangan Kota Semarang, Ali Sofyan mengatakan, Dinas Perdagangan masih melakukan penataan di Johar Baru.

Selama ini, memang masih ada pedagang yang berada di MAJT.

Baca juga: Keliling Lima Tempat Ibadah, Polwan Polres Tegal Bagi Paket Sembako, Ramaikan HUT ke-74

Pihaknya terus memberikan imbauan agar para pedagang bisa segera menempati lapak yang tersedia di Johar baru. Jika tidak ditempati, lapak akan ditarik. 

"Upaya dari kami memberi info kepada para pedagang yang memiliki lapak di Johar segera ditempati karena ada aturan kalau tiga bulan bertutut-turut tidak ditempati akan ditarik kembali dan diserahkan kepada pedagang yang  membutuhkan," papar Ali, Minggu (28/8/2022). 

Dia mengakui, belum seluruh pedagang mengikuti undian lapak di Johar Baru.

Pengudian tahap kedua masih menunggu kesiapan Shopping Center Johar (SCJ) mengingat masih proses penyelesaian renovasi. 

"Lift dan eskalator belum berfungsi. Kasihan pedagang dan pembeli naik turun tangga," ucapnya. 

Dalam rangka upaya mendorong para pedagang segera pindah dari MAJT ke Pasar Johar Baru, Dinas Perdagangan telah menyiapkan lapak sementara di Pasar Klitikan Penggaron untuk pedagang grosir buah dan seputaran Pasar Kanjengan untuk pedagang grosir bumbon.

Lapak-lapak yang telah dibangun di Pasar Kanjengan beberapa waktu lalu untuk para pedagang korban kebakaran akan diperuntukan bagi pedagang bumbon sementara waktu. 

"Ini sifatnya sementara sampai SCJ selesai bangun. Kalau kami lihat data pedagang, Insyaallah lapak yang disediakan mencukupi," katanya. 

Sementara itu, pemindahan sementara para pedagang dari MAJT ke lapak sementara yang ada di seputaran Pasar Kanjengan tidak disambut baik oleh paguyuban pertokoan Kanjengan. 

Ketua Paguyuban Pertokoan Kanjengan, Bambang Yuwono mengatakan, para pemilik ruko di area Kanjengan menolak halaman toko digunakan sebagai lapak sementara bagi pedagang bumbon.

Sumber: TribunMuria.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved