Berita Blora

Optimalkan Pasar Ekspor Produk UKM Kayu Jati, Bupati Blora Ingin Ada Pengembangan Produk Olahan

Hampir 50 persen wilayah Kabupaten Blora merupakan hutan. Jenis floranya pun yang paling dominan adalah jenis pohon jati. 

Penulis: Ahmad Mustakim | Editor: Moch Anhar
TRIBUNMURIA.COM/AHMAD MUSTAKIM
Bupati Blora Arief Rohman saat mengunjungi rumah produksi UKM kerajinan kayu jati di Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Kamis 25 Agustus 2022. 

TRIBUNMURIA.COM, BLORA – Hampir 50 persen wilayah Kabupaten Blora merupakan hutan. Jenis floranya pun yang paling dominan adalah jenis pohon jati

Hal ini membuat Blora memiliki bahan baku untuk kerajinan kayu jati yang sangat melimpah.

Potensi ekspor khusus kerajinan dari kayu jati juga sangat besar. 

Namun, untuk saat ini kuantitas ekspor kerajinan kayu jati di Blora masih kalah jika dibandingkan dengan wilayah lain.

Baca juga: Sinau Jurnalistik PWI Blora, Bupati Ajak Media Gencarkan Promosi Potensi Unggulan Daerah

Hal itu disampaikan Bupati Blora, Arief Rohman, saat mengunjungi rumah produksi UKM kerajinan kayu jati di Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Kamis 25 Agustus 2022.

Pihaknya menginisiasi pengoptimalan pasar ekspor UKM kerajinan kayu jati di Blora lebih meningkat ke depannya.

“Padahal potensi kita itu luar biasa. Khususnya untuk jati. Akan kita dampingi karena kita ingin ada peningkatan ekspor dari sisi UKM kerajinan bahan kayu jati,” ucap Bupati Arief Rohman kepada tribunmuria.com di lokasi.

Kini UKM kerajinan di Blora sudah menjamur.

Namun tidak sedikit yang kemudian mati karena terkendala pasar.

"Masih banyak juga yang belum bisa berbicara di pasar internasional," ujar Arief Rohman. 

Menurutnya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi, salah satunya masih banyak bahan kayu jati mentah yang mudah keluar dari wilayah Blora.

Ke depannya Pemkab Blora akan melakukan pembicaraan dengan pihak Perhutani selaku pemilik regulasi terkait jual beli kayu jati mentah.

Agar ada regulasi khusus agar bahan jati yang keluar dari Blora tidak berbentuk bahan mentah saja.

“Sekarang kan banyak pembeli dari luar Blora yang ngambil dari Blora itu bahan mentah, seharusnya kan setengah jadi atau jadi,” terang Arief Rohman. 

Pelaku UKM kerajinan jati di Tempellemahbang, Roisah (43) mengaku, peminat kerajinan kayu jati di luar negeri sangatlah besar. 

Baca juga: Ganjar Resmikan Mall Pelayanan Publik ke 13 di Jateng

“Kendala kita itu ya izin ekspor, selama ini kita masih pinjam bendera,” ungkap Roisah.

Ia memiliki 18 karyawan dalam memproduksi kerajinannya. Untuk ekspor satu bulan satu kontainer, kadang dua bulan satu kali. 

Adapun negara tujuan ekspor dari UKM miliknya yakni ke Korea, dan beberapa negara Eropa.

"Untuk bahan baku, masih mudah didapatkan. Kayu apa saja masuk," pungkasnya. (*) 

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved