Sabtu, 23 Mei 2026

Berita Jateng

Gara-Gara Mobil Nekat Lewat dan Tersangkut, Jalan Ambles Penghubung Ungaran-Mranggen Ditutup Total

Jalan Arjuna di Desa Kalongan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, akses penghubung Ungaran dengan Mranggen, Kabupaten Demak ambles, ditutup total.

Tayang:
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: Moch Anhar
DOKUMENTASI
Jalan ambles di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, penghubung antara Ungaran dan Mranggen, Kabupaten Demak, ditutup total, Senin (22/8/2022). 

TRIBUNMURIA.COM, UNGARAN - Jalan Arjuna di Desa Kalongan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, akses penghubung wilayah Ungaran dengan Mranggen, Kabupaten Demak yang ambles karena longsor kini ditutup total.

Dari penelusuran Tribunjateng.com pada Senin (22/8/2022) hari ini, tampak di kedua arah terpasang penutupan permanen menggunakan palang besi.

Selain itu, terdapat rambu tentang pengalihan kendaraan melewati wilayah permukiman warga setempat yakni di sekitar Dusun Bandungan.

Baca juga: Dapat Endorse Share Link Promosi Judi Online Melalui Instagram, Selebgram RM Terciduk Polisi

Seorang warga setempat, Kanzulfikar (18), mengatakan bahwa penutupan itu sudah dilakukan sejak Senin (15/8/2022) pekan lalu.

“Sudah dari seminggu kemarin.

Itu gara-gara ada mobil yang nekat lewat sini lalu kecelakaan,” ujarnya kepada Tribunjateng.com.

Sebagai informasi, mobil Xenia hitam berpelat H8756UG tersangkut di jalan yang ambles tersebut pada Senin (8/8/2022) lalu.

Sebenarnya, jalan tersebut sudah terbilang berbahaya jika dilalui kendaraan.

Terdapat lajur yang masih bisa dilewati motor selebar sekitar satu meter.

Keretakan yang paling besar di salah satu bagian membuat jalan aspal itu beda tinggi sedalam sekitar dua meter.

Sebelum ditutup total, pemotor-pemotor masih nekat menggunakan jalan yang ambles itu lantaran masih terdapat lajur kecil yang bisa dilewati.

Menurut penuturan Kepala Desa Kalongan, Yarmuji, ia membenarkan pihaknya melakukan penutupan itu.

“Ya, karena longsornya semakin parah dan berbahaya kalau dilintasi, sedangkan pergerakan tanah di sana tidak bisa diprediksi. Kadang juga ada kendaraan roda empat nekat masuk dan akhirnya nyantel (tersangkut).
Rambu rambu peringatan dan imbauan kadang juga tidak dihiraukan,” ujarnya kepada Tribunjateng.com.

Beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Semarang, Totit Oktoriyanto, menuturkan bahwa pihaknya masih belum dapat mengatasi keretakan jalan itu dengan melakukan perbaikan untuk saat ini.

Baca juga: Latih Anak Muda, Hipmi Kudus Buka Peluang Usaha Jasa Penata Rias di Desa Gondosari

Menurutnya, penyebabnya adalah kondisi tanah di sana yang merupakan tanah bergerak.

“Belum berani memperbaiki, tanah masih bergerak.

Sampai sekitar KM 426-427 (Tol Ungaran), daerah Penggaron itu daerah tanah bergerak.
Rencana sementara kajian awal kami bersama Bupati, BPBD dan lainnya adalah pengalihan ruas,” terangnya. (*)

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved