Selasa, 14 April 2026

Berita Jateng

Harga Motor Bekas Naik 20 Persen, Merk Honda Lebih Mahal Dibanding Yamaha

Sejumlah pelaku jual beli motor bekas menyebut kenaikan harga bahkan mencapai 20 persen dari harga normal.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Daniel Ari Purnomo
Idayatul Rohmah
Seorang laki-laki tampak sedang menunjukkan motor scoopy bekas di Andy Motor, Senin (8/8/2022). Harga motor bekas mengalami kenaikan hingga 20 persen. 

TRIBUNMURIA.COM - Harga motor bekas mengalami kenaikan cukup signifikan.

Sejumlah pelaku jual beli motor bekas menyebut kenaikan harga bahkan mencapai 20 persen dari harga normal.

"Harga motor bekas naiknya cukup banyak, 15-20 persen dari harga sebelumnya," kata satu pelaku jual beli motor, Mardiyono, pengelola Andy Motor, Jalan Majapahit Semarang, kepada Tribun Jateng, Senin 8 Agustus 2022.

Seorang laki-laki tampak sedang menunjukkan motor scoopy bekas di Andy Motor, Senin (8/8/2022). Harga motor bekas mengalami kenaikan hingga 20 persen.
Seorang laki-laki tampak sedang menunjukkan motor scoopy bekas di Andy Motor, Senin (8/8/2022). Harga motor bekas mengalami kenaikan hingga 20 persen. (Idayatul Rohmah)

Kenaikan harga terutama pada jenis metik merek Honda.

Sementara non-metik hanya terjadi untuk varian Supra.

Kenaikan harga per unit tercatat antara Rp 1 juta-Rp 2 juta.

Hal itu menempatkan harga motor metik Honda bekas saat ini berada di kisaran Rp 10 juta sampai di atas Rp 20 juta untuk tahun keluaran 2010 sampai 2021.

"Sebenarnya semua bergantung kondisinya. Yang lebih murah ada, tapi kualitasnya belum tentu. Motor metik (Honda) kondisi bagus dan cukup baru saat ini harga mulai Rp 10 jutaan. Kenaikan harga paling tinggi sekarang itu Scoopy, naiknya sampai Rp 2 jutaan. (Scoopy) Keluaran 2021, pemakaian 1 tahun kondisi bagus, harganya sampai Rp 23 juta. Harganya masih stabil dari harga baru," bebernya.

Mardiyono menyatakan, motor metik bekas merek Yamaha kini juga turut mengalami kenaikan harga.

Namun, kenaikannya tak setinggi Honda.

"Harga paling rendah bergantung. Kalau motor Rp 5 jutaan ditempati Mio lama, Rp 6 juta-Rp 7 jutaan," jelasnya.

Dia menambahkan, kenaikan harga yang terjadi pada sejumlah motor bekas saat ini disebut karena pembelian motor baru banyak yang inden.

Mardiyono mengungkapkan, inden yang cukup panjang hingga berbulan-bulan mendorong sebagian konsumen beralih ke motor bekas.

Permintaan motor bekas yang semakin meningkat tersebut membuat stoknya semakin terbatas sehingga harganya pun melejit di pasaran.

"Motor baru inden, akhirnya permintaan lari ke bekas. Dengan permintaan yang banyak, akhirnya harga naik," bebernya

(idy)

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved