Berita Semarang

Cegah Covid-19 Berjangkit Kembali, Dinkes Kota Semarang Pantau Para Jamaah Haji yang Baru Pulang

Dinkes Kota Semarang memantau para jamaah haji yang baru saja pulang dari tanah suci untuk antisipasi adanya jamaah haji yang terpapar covid-19.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Moch Anhar
TRIBUNMURIA.COM/EKA YULIANTI FAJLIN
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam 

TRIBUNMURIA.COM, SEMARANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang memantau para jemaah haji yang baru saja pulang dari tanah suci.

Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi adanya jemaah haji yang terpapar Covid-19. 

Kepala Dinkes Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, telah melakukan persiapan sejak para jemaah haji tiba di Asrama Haji Donohudan, Solo.

Saat kepulangan, seluruh jamaah haji dilakukan pemeriksaan swab antigen.

Ada tiga kloter jemaah haji asal Kota Semarang yaitu kloter 16, kloter 17, dan kloter 22.

Masing-masing kloter terdiri dari 360 jemaah haji. Dari hasil swab antigen kloter 16 dan 17, tidak ada jamaah haji yang ditemukan positif.

Nantinya, kloter 22 juga akan dilakukan skrining. 

Baca juga: Jelang Laga Duel dengan Barito Putera, Sergio Alexandre Soroti Evaluasi Skema Tiga Bek

Baca juga: Puasa Deder dan Ngrowot Jadi Ritual Wajib Bagi Warga Samin Karangpace Klopoduwur

Baca juga: Prestasi Gemilang Orang Batealit Jepara Raih Emas ASEAN Para Games 2022: Aris Wibawa

Baca juga: BREAKING NEWS: Truk Tangki Pertamina Kecelakaan Tabrak Rumah di Tanah Putih Semarang, 1 Orang Tewas

"Alhamdulillah negatif semua baik jemaah maupun petugas," ucap Hakam, Rabu (3/8/2022). 

Diakui Hakam, beberapa jemaah haji memang mengalami gejala, misalnya batuk dan pilek, sesuai pulang dari tanah suci.

Namun saat dilakukan swab, mereka dalam kondisi negatif Covid-19.

Gejala yang dialami para jemaah haji dimungkinkam karena cuaca ekstrim di Arab Saudi yang mencapai 42 hingga 45 derajat celcius.

Kemudian, para jemaah kembali ke Indonesia dengan cuaca yang berbeda sehingga mereka membutuhkan penyesuaian kembali. 

"Cuaca di Madinah sampai 45 - 47 derajat celcius, di Mekkah sampai 42 - 43. Setelah pulang, penyesuaian kembali. Ini membuat mereka bergejala. Yang kedua, faktor kelelahan melaksanakan ibadah," terangnya. 

Maka dari itu, lanjut Hakam, Dinkes Kota Semarang melakukan pemantauan selama 21 hari terhitung sejak kepulangan para jamaah.

Jika selama 21 hari, gejala yang dialami semakin berat, puskesmas akan melakukan testing kembali.

Jamaah haji yang nanti ditemukan positif akan dikarantina. 

"Walaupun kemarin para jamaah batuk pilek, mereka sudah kebal karena sebetulnya semua sudah booster," tambahnya. (*)

Sumber: TribunMuria.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved