Berita Semarang
Harga Porang Turun Drastis, Petani Porang Kabupaten Semarang Terancam Merugi
Akibat harga turun drastis, petani porang di Kadirejo Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang terancam merugi.
Penulis: Hanes Walda Mufti U | Editor: Moch Anhar
TRIBUNMURIA.COM, SALATIGA – Akibat harga turun drastis, petani porang di Kadirejo Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang terancam merugi.
Saat ini harga porang hanya Rp 2.000 per kilogram.
Kepala Desa Kadirejo, Riyadi mengatakan bahwa harga tersebut tidak sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan.
“Idealnya harga porang itu Rp 7.000 hingga Rp 8.000 per kilogram, itu agar petani tidak rugi,” kata Riyadi kepada TribunMuria.com, Senin (4/7/2022).
Baca juga: Bukit Serut Makin Dikenal, Pemkab Blora Akan Petakan Akses Jalan Menuju Sejumlah Objek Wisata
Baca juga: Pendaftar BBM Subsidi Lewat Website Pertamina Tembus 50 Ribu Kendaraan dalam Empat Hari
Baca juga: PCNU dan PD Muhammadiyah Kompak Tolak Pemekaran Kawasan Industri di Jepara
Riyadi mengungkapkan banyak warganya yang menanam porang.
Total lahan yang ditanami porang mencapai 22 hektare.
“Kemarin saat booming porang, memang banyak yang menanam porang. Bahkan para pengepul datang kesini untuk mengambil porang hasil panen,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah pusat memiliki kebijakan khusus untuk menyelamatkan harga porang.
“Tentu harapannya agar petani tidak merugi banyak. Jangan sampai ini seperti tanaman gelombang cinta, booming sebentar terus hilang begitu saja,” ujarnya.
Ia mengaku tidak mengetahui penyebab anjloknya harga porang tersebut.
“Kalau penyebab pasti tidak tahu, untuk permintaan sepertinya juga masih stabil. Tapi tiba-tiba harganya merosot tajam beberapa waktu terakhir ini,” kata Riyadi.
Baca juga: Putri PB XIII Sedih Ingin Bertemu Sang Ayah di Keraton Kasunanan Surakarta Ditolak Abdi Dalem
Baca juga: Tarif Listrik Melonjak Tajam, Produsen Jenang Kudus Pilih Naikkan Harga
Baca juga: Usai Dapat Kritik dari Fraksi DPRD dalam Rapat Paripurna, Begini Jawaban Bupati Blora
Menurutnya agar kerugian tak terlalu besar saat ini petani di Kadirejo mendapat pendampingan dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang untuk mengolah porang.
“Ini kita melakukan pengolahan sendiri dengan pendampingan dari Undip untuk mengolah porang, porang kita olah jadikan kue,” imbuhnya.
Harapannya, dengan diolah menjadi kue, harga makanan olahan porang menjadi lebih kompetitif.
“Karena harga porang merosot, diolah menjadi kue agar harganya menjadi lebih baik,” katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/Petani-porang-47.jpg)