Berita Jepara
362 Hewan Bergejala PMK, Pemkab Batasi Hewan Ternak Masuk Jepara
Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Jepara sudah sangat mengkhawatirkan. Peternak juga cemas dengan kondisi saat ini.
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: Moch Anhar
TRIBUNMURIA.COM, JEPARA - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Jepara sudah sangat mengkhawatirkan.
Peternak juga cemas dengan kondisi saat ini.
Karena penyakit itu membuat hewan ternak lesu dan berimbas pada harga penjualan yang anjlok.
Hal ini dialami Matrawi (45). Peternak kerbau asal Desa Guwosobokerto, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara memiliki lima ekor kerbau.
Semuanya bergejala PMK dengan kondisi luka di bagian kuku dan lutut.
Baca juga: Seorang Pemandu Karaoke di Pungkruk Jepara Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Kafe
Baca juga: Dinas Perdagangan Semarang Ajukan Pasar Johar Mengantongi Sertifikat SNI
"Hanya bisa duduk di kandang saja. Lemas. Karena ada luka di lututnya," kata dia saat ditemui tribunmuria.com, Senin (6/6/2022).
Dia berharap Pemerintah Kabupaten Jepara bertindak cepat untuk menangani wabah ini. Karena saat ini harga penjualan kerbau anjlok.
Dengan kondisi kerbau yang ada luka di bagian kuku dan lutut, kata dia, bisa laku sekira Rp18 juta. Padahal kalau kerbau kondisi sehat bisa laku Rp25 juta.
Terpisah, Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta mengatakan pihaknya sudah memerintahkan kepada Dinas Ketahahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Jepara untuk mensosialisasikan PMK kepada pengusaha hewan ternak.
Untuk saat ini, kata Edy, di 11 Kecamatan terdapat 362 hewan terbak suspek PMK. 10 hewan ternak mati akibat PMK.
Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Polres Jepara, Dishub Jepara, Satpol PP Jepara untuk melalukan pemantauan dan pembatasan hewan ternak yang masuk ke Kabupaten Jepara.
"Hewan yang masuk di Jepara harus dibatasi," kata Edy.
Baca juga: Permintaan Paspor Meningkat, Ditjen Imigrasi Tambah Kuota M-Paspor 3 kali Lipat
Baca juga: Harga Sampai Rp 80 Ribu/Kg, Lombok Setan di Demak Bikin Pedagang
Dia juga berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk meminta tambahan obat untuk penanganan hewan ternak.
"Dalam bulan ini, obat-obatan juga sudah berkurang," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/66-peternak-kerbau.jpg)