Berita Semarang

Distaru Kota Semarang Targetkan Gedung Ki Nartosabdo Bisa Difungsikan Awal 2023

Pembangunan gedung kesenian Ki Narto Sabdo di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) dilanjutkan pada 2022.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Moch Anhar
TRIBUNMURIA.COM/EKA YULIANTI FAJLIN
Kepala Distaru Kota Semarang, M Irwansyah 

TRIBUNMURIA.COM, SEMARANG - Pembangunan gedung kesenian Ki Narto Sabdo di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) dilanjutkan pada 2022.

Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang menargetkan gedung kesenian tersebut dapat difungsikan pada awal 2023. 

Kepala Distaru Kota Semarang, M Irwansyah mengatakan, pembangunan tahap dua gedung Ki Narto Sabdo menelan anggaran sekitar Rp 20 miliar.

Baca juga: Data Susenas 2019, Terdapat 17.065 Anak di Jepara Tak Sekolah, Pj Bupati: Segera Kita Tangani

Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Pasutri Oknum Polres Blora segera Disidangkan di Pengadilan Tipikor Semarang

Pengerjaan berupa finishing gedung serta melengkapi audio visual untuk mendukung pertunjukan kesenian. 

"Tahap pertama kemarin kan struktur fisik. Tahap kedua lebih ke finishing dan melengkapi audio visual. Mudah-mudahan awal 2023 sudah bisa berfungsi untuk kegiatan kesenian," terang Irwansyah, Minggu (29/5/2022). 

Menurutnya, gedung Ki Narto Sabdo didesain sebagai gedung kesenian yang cukup representarif untuk petunjukan kesenian bertaraf internasional.

Gedungnya luas dan didukung tak hanya panggung pertunjukan biasa namun juga ada panggung yang bisa secara otomatis naik dan turun. 

Ke depan, kawasan TBRS akan menjadi pusat  budaya di Kota Semarang. Namun saat ini, kondisinya memang belum seluruhnya mendukung sebagai pusat budaya dan menjadi rumah bagi para seniman di ibu kota Jawa Tengah. 

Pembangunan akan merambah ke bagian yang lainnya guna mendukung TBRS sebagai pusat budaya.

Hanya saja, pembangunan TBRS melihat kemampuan APBD Kota Semarang. 

"Kalau ada anggaran, tahun berikutnya bisa dikembangkan ke yang lain karena TBRS nantinya jadi suatu kawasna budaya, termasuk ada penginapannya," bebernya. 

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang mengatakan, pembangunan gedung Ki Narto Sabdo memang masih membutuhkan satu kali tahapan.

Dia meminta bisa diselesaikan pada 2022 ini agar dapat segera difungsikan oleh masyarakat. 

"Kalau kita lihat di perencanaan anggaran sepertinya sama seperti tahun lalu. Tahun lalu anggaran kurang lebih Rp 10 miliar," paparnya. 

Baca juga: Diharapkan Bisa Bawa Persijap Jepara ke Liga 1, Coach Salahudin: Ini Tantangan bagi Saya

Baca juga: Hari Terakhir Pertemuan WHA ke-75 di Jenewa Swiss, IDI & Para Delegasi Capai Sejumlah Kesepakatan

Menurutnya, Kota Semarang memang perlu memperbanyak gedung yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pertunjukan seni dan budaya.

Gedung Ki Narto Sabdo ini nantinya sebagai aset pemkot untuk kegiatan kebudayaan di TBRS. Selama ini gedung tersebut dipakai untuk kegiatan pertemuan.

Setelah pembangunan, gedung ini tentu akan memiliki fungsi yang lebih banyak. (*)

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved