Berita Pati

Tinjau Ujian CAT Calon Perangkat Desa, Ini Pesan Bupati Pati Haryanto

Bupati Pati Haryanto meninjau pelaksanaan ujian tertulis seleksi perangkat desa (perades) Kabupaten Pati 2022 di Aula Hotel UTC Semarang.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: Moch Anhar
Prokompim Setda Kabupaten Pati
Bupati Pati Haryanto meninjau pelaksanaan ujian tertulis seleksi perangkat desa (perades) Kabupaten Pati 2022 di Aula Hotel UTC Semarang, Sabtu (16/4/2022) siang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bupati Pati Haryanto meninjau pelaksanaan ujian tertulis seleksi perangkat desa (perades) Kabupaten Pati 2022 di Aula Hotel UTC Semarang, Sabtu (16/4/2022) siang.

Ujian bersistem Computer Assisted Test (CAT) ini diselenggarakan oleh Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang selaku pihak ketiga.

Ujian bersistem CAT ini kali pertama diterapkan dalam seleksi perades di Pati.

Baca juga: Crazy Rich Grobogan Benahi Jalan Hingga Rp2 miliar, Dinas PUPR Pun Mendatanginya Minta Maaf

Baca juga: Bangun Jalan Beton 1,8 Km, Ini Sosok Joko Suranto Crazy Rich Grobogan di Mata Teman Masa Kecilnya

Baca juga: Nunggu Janji Pemkab Tak Kunjung Tiba, Joko Suranto Malah Menyesal Tidak Dari Dulu Bangun Jalan

Ujian dilakukan dalam dua sesi, pagi dan siang. Diikuti 706 peserta yang memperebutkan 187 formasi perades di 95 desa.

"Alhamdulillah, berdasarkan apa yang saya lihat, ujian ini sangat bisa dipertanggungjawabkan. Transparan, akuntabel, serta para peserta pun terlihat nyaman saat mengerjakan soalnya masing-masing," kata Haryanto.

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak sedikit pun mengambil alih kewenangan yang dimiliki oleh kepala desa terkait penyelenggaraan pengisian perades. 

Dalam hal ini, pemerintah daerah hanya mengatur regulasi serta memfasilitasi agar mekanisme seleksi berlangsung efektif dan transparan.

Pemerintah daerah juga menyokong anggaran untuk penyelenggaraan ujian sehingga tidak memberatkan para peserta.

"Setiap satu formasi, anggaran yang dikeluarkan (pemda) sebanyak Rp 5 juta. Sehingga calon perangkat desa tidak dipungut biaya apapun. Kalau perjalanan dari Pati ke Semarang membutuhkan biaya transportasi, itu tidakseberapa dan merupakan hal yang wajar. Ujian ini tidak jauh berbeda dari tes CPNS, hasilnya dapat langsung dilihat," tutur Haryanto.

Ia menilai bahwa pada ujian CAT perangkat desa ini, terdapat transparansi, kejelasan, serta kualitas. Terlebih, karena ujian ini memanfaatkan teknologi. Hasilnya bisa dipantau secara real-time.

Menurut Haryanto, pemilihan metode CAT merupakan upaya menghindari kecurigaan bahwa seleksi perades bisa direkayasa.

"Hasil nilai real-time. Tidak ada yang mempengaruhi. Tidak bisa direkayasa karena memanfaatkan teknologi informasi. Ada passing grade, minimal skor 50. Kalau tidak, dianggap tidak lulus. Yang dapat 50 diskor, ditambah nilai pengabdian, dijumlah, yang nilai tinggi, itu yang diusulkan jadi perangkat desa," jelas dia.

Baca juga: Komunitas Vespa, Santri, hingga Anak Digital di Kebumen Dukung Gus Muhaimin Jadi Presiden 2024

Baca juga: Video 706 Peserta Ikut CAT Seleksi Pengisian Perangkat Desa Pati

Haryanto berharap, peserta yang tidak terpilih jadi perangkat desa harus bisa ikhlas dan legowo.

Sebaliknya, yang terpilih harus bisa memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat.

"Jangan tepuk dada (sombong). Itu anugerah dari Allah," pesan Haryanto. (*)

Sumber: TribunMuria.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved