Senin, 18 Mei 2026

Berita Jateng

Memahami Kehidupan Manusia Purba dari Museum Sangiran, Ada Homo Erectus Usia 1,25 Juta Tahun

Jauh sebelum manusia modern ada, bumi ini sudah dihuni manusia purba (Homo Erectus) dengan lingkungannya, binatang dan tumbuhan purba.

Tayang:
Penulis: Khoirul Muzaki | Editor: Moch Anhar
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKKI
Koleksi Museum Sangiran, Sragen. 

TRIBUNMURIA. COM, SRAGEN - Jauh sebelum manusia modern ada, bumi ini sudah dihuni manusia purba (Homo Erectus) dengan lingkungannya, binatang dan tumbuhan purba.

Inilah yang tergambar jika anda berkunjung ke Museum Manusia Purba Sangiran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. 

Situs itu memiliki beberapa klaster, meliputi Klaster Krikilan, Klaster Dayu, Klaster Bukuran, Klaster Ngebung, dan Klaster Manyarejo dengan lokasi berbeda. 

Bukti ilmiah keberadaan makhluk purba terekam di sini. Saat memasuki museum di Klaster Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, pengunjung seakan dibawa terbang ke zaman Pleistosen pada rentang 2 juta hingga 200.000 tahun lalu.  

Baca juga: Pekerja Seni di Pati Berharap Syawal Tahun Ini Sudah Diizinkan Gelar Pementasan Terbuka

Baca juga: Harga Emas Antam di Semarang Hari Ini Rp1.005.973 per Gram, Simak Daftar Lengkapnya Berikut

Baca juga: Jelang Arus Mudik, Pengerjaan Rest Area 338 A Pekalongan Dikebut, Bobby: Bisa Segera Fungsional

Di museum ini, lewat diorama di Ruang Pamer 1, tergambar jelas kehidupan makhluk purba saat itu. 

Fosil flora dan fauna purba yang masih asli dipajang di dalam kaca.

Ada tengkorak kepala buaya purba (Crocodylus) yang ditemukan di lapisan Pucangan.

Spesies ini diperkirakan berukuran sekitar 7 meter dan mati pada 1,8 juta tahun lalu.

Badak Purba (Rhinoceros Sondaicus) yang diperkirakan hidup di padang terbuka Sangiran sekitar 700.000 tahun silam, dengan berat 3,6 ton.

Juga dipajang fosil babi purba yang diperkirakan hidup pada 700.000 tahun lalu, harimau purba (500.000 tahun lalu), hingga gajah purba. 

Hanya kerangka yang ditemukan sudah tidak utuh, semisal fragmen gading gajah purba (Incisivus Stegodon).

Temuan  itu menggambarkan lengkapnya  mata rantai makanan di hutan purba dengan predator harimau. 

Diperkirakan, sekitar 500.000 tahun lalu, Sangiran adalah lingkungan hutan belantara di antara dua gunung api. 

Inilah zaman keemasan Sangiran dimana manusia purba, gajah, badak, babi, macan, buaya, kura-kura dan tumbuhan purba hidup berdampingan.

“Yang dipajang, untuk fosil tumbuhan dan hewan (sebagian besar) asli. Untuk manusia purba replika,” kata Penanggungjawab Objek Wisata Museum Sangiran, Ika Karolina

Sumber: TribunMuria.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved