Berita Semarang
Viral Keluhan Es Teh Rp 8 Ribu, Kepala Disparpora Batang Minta Penjual Pasang Daftar Harga Jelas
Kepala Dispora Batang, Yarsono turut mengkonfirmasi terkait viralnya keluhan harga es teh di warung yang berada di kawasan wisata Pantai Cemoro.
Penulis: Dina Indriani | Editor: Moch Anhar
TRIBUNMURIA.COM,BATANG - Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga, Yarsono turut mengkonfirmasi terkait viralnya keluhan harga es teh di warung yang berada di kawasan wisata pantai cemoro.
Bersama jajarannya, Yarsono mendatangi warung yang disebutkan dalam postingan viral es teh Rp 8 ribu.
"Saya tadi sudah bertemu dengan pemilik warung, untuk menanyakan atau klarifikasi terkait viralnya harga es teh," tuturnya kepada Tribunjateng.com (Tribun Network), Jumat (1/4/2022).
Baca juga: Mulai Hari Ini, Stasiun Gumilir Kembali Layani Penumpang, Berikut ini Daftar KA-nya
Baca juga: Resmi Masuk Tim, PSIS Semarang Memperkenalkan Taisei Marukawa dan Carlos Fortes
Baca juga: Polres Kudus Ungkap Napi Jalankan Bisnis Sabu dari Lapas Lewat Ponsel
Lebih lanjut, dari pertemuan tersebut hasilnya pihak Disparpora melihat harga teh hangat atau es teh memang sudah tertera dalam menu yakni Rp 6 Ribu / Rp 8 Ribu.
"Jadi benar memang harganya segitu, dari harga tersebut es teh yang disajikan berukuran besar atau jumbo," ujarnya.
Meski begitu dia pun memberikan beberapa saran kepada pemilik warung yang diklaim sedang berproses dijadikan kafe.
Karena seperti diketahui, di kawasan Pantai Sigandu hingga Pantai Ujungnegoro saat ini memang sedang naik daun dengan berjamurnya kafe di pinggir pantai.
"Saya menyarankan pada pengelola, karena tempat terkesan warung biasa padahal pangakuannya kafe, tempatnya dibenahi.
Kemudian daftar harga yang jelas bahkan dibuat dengan MMT dan dipasang sehingga pelanggan dapat membaca dengan jelas, minuman sebaiknya ada alternafif gelas kecil lalu juga bersikap ramah dan sopan pada pelanggan atau pengunjung," jelasnya.
Perlu diketahui sebelumnya, sebuah postingan mengenai harga es teh di salah satu warung yang berada di sekitar wisata Pantai Cemoro Gondrong viral di sosial media.
Postingan yang ditulis oleh akun facebook Anik Indriaty itu mengeluhkan harga es teh yang menurutnya terlalu mahal.
"Lurr..ak wingi neng pantai cemoro gondrong wetan e payung 1000.. ak tuki es teh 3 pop mie 2 duwet 50 susuk 2000, ak kaget ra.. takon karo pelayane, es 8000, pop mie 12.000, ak karang wong kampung kaget raa lurr.. padahal neng Transmart es teh 5.000 kui merk tongji, la pernahe kui anggo teh opo kok regane ngungkuli es teh kafe, kui lho warunge tapi warung sebelahe es teh rego 4.000," tulis akun tersebut di grup Facebook PWB Batang.
Saat dikanformasi, pemilik akun Anik Indriaty menceritakan hal itu dialaminya pada Minggu (27/3/2022) sewaktu acara penutupan senam.
Dia pun datang bersama rombongan, teman-teman yang semuanya adalah ibu-ibu.
"Kita rombongan ke sana naik doplak kemarin minggu habis acara penutupan senam, banyak yang mengalami bukan saya saja, sebelum saya posting ke grup PWB saya sudah izin sama karyawan juga tidak keberatan," tuturnya saat dikonfirmasi, Kamis (31/3/2022).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/Disparpora-Batang-41-22.jpg)