Jumat, 22 Mei 2026

Berita Demak

Bernilai Sejarah Tinggi, Museum Masjid Agung Demak Simpan Benda-Benda Unik Peninggalan Walisongo

Masjid Agung Demak menjadi satu di antara tempat paling ikonik di Kabupaten Demak atau Kota Wali. Di sini ada museum yang menyimpan benda bersejarah.

Tayang:
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: Moch Anhar
TRIBUNMURIA.COM/REZA GUSTAV
Suasana Museum Masjid Agung Demak di kawasan Masjid Agung Demak, Senin (21/3/2022). 

TRIBUNMURIA.COM, DEMAK - Masjid Agung Demak menjadi satu di antara tempat paling ikonik di Kabupaten Demak atau Kota Wali.

Masjid tersebut tak hanya menjadi tempat beribadah dan destinasi para peziarah untuk menyambangi makam para raja terdahulu, termasuk makam raja pertama Kesultanan Demak, Raden Patah, namun juga terdapat museum yang menyimpan benda-benda bernilai sejarah.

Berbagai koleksi bersejarah terkait Masjid Agung Demak, termasuk benda-benda peninggalan Wali Songo, tertata rapi dan terawat di sana.

Baca juga: Pelaku Pembunuh Anak Kandung di Brebes Belum Ditetapkan Tersangka, Ini Alasan Polisi

Baca juga: Ayah di Semarang Cabuli Putrinya yang Masih 8 Tahun, Korban Kejang hingga Akhirnya Kehilangan Nyawa

Baca juga: Jelang Ramadan, Polres Blora Intensifkan Pemantauan Ketersediaan Stok Bahan Pangan

Yang paling mencolok yaitu peninggalan Wali Songo yang begitu populer, adalah bagian-bagian dari saka guru atau tiang utama penyangga bangunan Masjid Agung Demak yang asli.

Saka guru yang disimpan dalam kotak kaca itu berjumlah empat tiang berbahan kayu jati.

Tiga di antaranya berukuran setinggi tujuh meter.

“Yang berada di dalam museum adalah bekas saka guru bagian bawah setelah renovasi pada 1982 lalu. Jadi yang tujuh meter ke bawah (di dalam Masjid Agung Demak) sudah diganti.

Sedangkan yang 10 meter ke atasnya saat ini masih asli di dalam Masjid Agung Demak,” ujar seorang petugas di Museum Masjid Agung Demak, Khusni Mubarok, Senin (21/3/2022).

Masing-masing saka guru tersebut disusun oleh empat anggota Wali Songo pada zamannya, yaitu Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Gunung Jati dan Sunan Kalijaga dengan saka tatalnya.

Serbuk-serbuk kayu dari keempat saka guru tersebut juga disimpan di dalam gelas yang masing-masingnya tertulis nama para sunan.

Koleksi peninggalan sejarah lainnya yang tak kalah menarik perhatian, yaitu Pintu Bledeg.

Pintu Bledeg dulunya menjadi pintu utama Masjid Agung Demak.

Pintu itu menjadi benda tertua yang disimpan di Museum Masjid Agung Demak, tertulis dibuat pada 1466 Masehi.

Pintu itu terbuat dari kayu jati dengan berbagai ukiran bergambar dua kepala naga.

Pintu tersebut konon adalah gambar petir yang ditangkap oleh Ki Ageng Selo dan digambar di pintu itu.

Sumber: TribunMuria.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved