Berita Demak
Lima Murid Ditemukan Positif Covid-19, Satu Sekolah di Demak Terapkan PJJ
Jumlah SD-SMP di Kabupaten Demak yang sudah mulai memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai bertambah.
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: Moch Anhar
TRIBUNMURIA.COM, DEMAK - Jumlah SD-SMP di Kabupaten Demak yang sudah mulai memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai bertambah.
Sebelumnya, delapan sekolah ditutup atau melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) karena beberapa muridnya terpapar Covid-19.
Tiga di antaranya, beberapa waktu lalu, sudah kembali menerapkan PTM terbatas bagi kelas 9 (SMP) dan kelas 6 (SD) untuk persiapan ujian sekolah.
Kini, bertambah satu lagi sekolahan yang memberlakukan PJJ, yakni SMPN 3 Mranggen.
Baca juga: Korban Kecelakaan Bus Wisata di Purbalingga Mayoritas Warga Kaliwungu Kudus, Begini Kata Kades
Baca juga: Ada Kecelakaan Bus Wisata MI Miftahul Maarif, Pengawas Madrasah Kudus Imbau Karyawisata Ditunda
Hal itu diungkapkan oleh Kasi Pembinaan SD-SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Demak, Tri Pitoyo.
“Saat ini sudah empat sekolah yang sudah kembali PTM karena siswa yang semula positif (Covid-19) kemudian melakukan isolasi mendiri beberapa hari.
Dan secara keseluruhan sudah melampaui waktu 14 hari sekolah-sekolah yang melakukan PJJ dan sudah tidak terdapat siswa maupun guru yang terpapar Covid-19,” kata Tri, Kamis (3/3/2022).
Tri menambahkan bahwa terdapat satu tambahan sekolah yang PJJ karena muridnya terpapar Covid-19 sejak 23 Februari 2022 lalu.
“Yaitu SMPN 2 Demak, setelah terdapat lima siswa yang terpapar.
PJJ sampai tanggal 8 Maret 2022 nanti,” imbuhnya.
Ia mengimbau seluruh orangtua murid yang sekolahnya PJJ untuk tetap menjaga anak-anaknya di rumah.
Baca juga: BREAKING NEWS: Rombongan Wisata MI Miftahul Maarif Kudus Kecelakaan di Purbalingga, 1 Orang Tewas
Baca juga: BREAKING NEWS: Eks Politikus Demokrat Angelina Sondakh Bebas, Langsung Ziarahi Makam Adjie Massaid
Kemudian bagi sekolah yang menerapkan PTM 100 persen, ia ingin agar anak-anak sekolah menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
“Diharapkan juga bagi orangtua murid untuk mengantarkan sendiri anak-anaknya ke sekolah untuk menghindari kerumunan di dalam transportasi umum,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/SMPN-2-Demak-33.jpg)