Persijap Jepara
Alasan Banaspati Boikot Pertandingan Persijap Jepara: Materi Pemain yang Buruk
Barisan Suporter Persijap Sejati (Banaspati) memboikot pertandingan Persijap Jepara karena kecewa dengan materi pemain dan kebijakan manajemen.
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: Yayan Isro Roziki
TRIBUNMURIA.COM, JEPARA - Barisan Suporter Persijap Sejati atau juga dikenal dengan nama Banaspati mengambil sikap bakal mengosongkan tribun saat Persijap Jepara bersua Persekat Kabupaten Tegal di Stadion Gelora Bumi Kartini, Minggu (8/10/2023) besok.
Aksi boikot ini mereka lakukan karena hasil kurang memuaskan Persijap di tiga laga terakhir.
Ketua Umum DPP Banaspati Agus Supriyanto memastikan besok Persijap bakal melakoni laga keempat tanpa kehadiran suporter militan mereka, tribun timur dan selatan bakal lowong.
Sikap ini diambil sebagai bentuk kekecewaan terhadap manajemen.
Pasalnya, skuat tim yang berdiri sejak 1954 ini meragukan.
“Kami tidak lihat kalah atau seri. Tapi dari materi pemain yang buruk."
"Materi pemain musim ini tidak menjanjikan,” kata Agus kepada tribunmuria.com, Sabtu (7/10/2023).
Menurutnya, Liga 2 musim ini berbeda dengan musim lalu. Pemain-pemain Persijap musim ini seperti tidak siap di Liga 2.
Padahal jauh-jauh hari sebelum kompetisi bergulir, pihaknya sudah mengingatkan kepada manajemen Persijap terkait materi pemain. Namun tidak ada respons.
Dia mengutarakan aksi boikot ini mereka lakukan sampai ada jawaban dari manajemen.
Banaspati, kata Agus, sudah bersurat kepada manajemen usai Persijap ditahan imbang Persipa Pati.
Dalam surat itu, Banaspati mendesak manajemen terbuka terkait langkah-langkah perekrutan pemain pada putaran kedua. Serta perbaikan tim untuk laga-laga selanjutnya.
Hingga kini surat tidak dibalas oleh manajemen.
Apabila nanti manajemen merespons surat dari Banaspati dan menjanjikan perubahan yang lebih baik terhadap skuat Persijap.
Banaspati akan kembali ke tribun.
Dia menjelaskan, aksi boikot ini bukan merupakan penggembosan terhadap Persijap.
Justru aksi ini bentuk kecintaan Banaspati kepada tim kebanggannya.
Materi pemain seperti pemain seperti ini, kata dia, terbukti tidak bisa meraih hasil maksimal.
Dari tiga pertandingan, Persijap hanya meraih dua poin.
Kalah dari Persela lamongan dan imbang lawan Persipa Pati dan PSCS Cilacap.
Apabila materi pemain ini terus dipaksanakan, lanjutnya, animo penonton turun.
Hal ini bakal berimbas pada klub yang kekuarangan pemasukan dari tiket pertandingan. Manajemen bisa merugi.
“Dengan kita punya sikap seperti ini. Semoga manajemen mendengar suara suporter,” tandasnya. (*)
8.145 Tiket Pertandingan Persijap Jepara Ludes, tapi Laskar Kalinyamat Belum Setor Pajak ke Pemda |
![]() |
---|
Tak Punya 'Nahkoda Tetap', Persijap Jepara Optimis Rebut 3 Poin di Kandang saat Jamu Persekat |
![]() |
---|
Salahudin Dipecat Persijap Jepara, Para Pemain Datangi Kos Pelatih Sampaikan Salam Perpisahan |
![]() |
---|
BREAKING NEWS: Kerja Sama Coach Salahudin dan Persijap Jepara Berakhir! |
![]() |
---|
Persijap Jepara Kehilangan Stopper Andalan, Zahran Pamit Ikuti Pendidikan TNI AU |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.