Berita Demak
Banjir Rob di Bonang Demak Kian Parah, Kini Meluas di 11 Desa
Banjir rob di Kecamatan Bonang Kabupaten Demak kian parah. Kini, ada 11 desa di Kecamatan Bonang yang jadi langganan banjir rob.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: Muhammad Olies
TRIBUNMURIA.COM, DEMAK - Banjir rob di Kecamatan Bonang Kabupaten Demak kian parah.
Jika sebelumnya, banjir rob saat air laut pasang hanya melanda tiga desa, yakni Desa Morodemak, Margolinduk, dan Purworejo.
Kini, ada 11 desa di Bonang langganan banjir rob.
Delapan desa yang kini juga langganan banjir rob adalah Gebang, Gebangarum, Karangrejo, Tridonerjo, Jatirogo, Betahwalang Serangan dan Tlogoboyo.
Camat Bonang Sigit Raharjo, mengatakan persoalan banjir rob di wilayah yang dipimpinnya kian parah.
Sebab saat ini, tiap kali air laut pasang maka warga di 11 desa hanya bisa pasrah dengan fenomena alam itu.
"Wilayah kami di selatan walaupun tidak terdampak rob tapi terdampak air yang tidak bisa keluar," kata Sigit Raharjo kepada Tribunjateng, Kamis (22/6/2023).
Baca juga: Bupati Demak Yakin Tanggul Laut Bisa Atasi Persoalan Banjir Rob Di Demak
Baca juga: Banjir Rob Juga Landa Wilayah Jepara, Permukiman hingga Area Persawahan Terendam
Baca juga: Banjir Rob di Pekalongan Butuh Rp 700 Miliar, Pemerintah Pusat Diminta Turun Tangan
Menurutnya, ada lima lima desa yang terendam banjir lantaran tidak ada saluran pembuangan air di wilayah kecamatan Bonang.
Lima desa itu adalah Sumberjo, Sukodono, Kerjaanbogo, Kembangan, dan Karangrejo.
Terkait persoalan ini, Sigit Raharjo ingin pemerintah pusat turun tangan.
"Butuh solusi tidak hanya Pemkab Demak karena ada beberapa wilayah sungai milik BBWS," ucapnya.
Menurutnya, progam kanalisasi hingga normalisasi sungai merupakan beberapa pilihan kegiatan untuk mengatasi banjir rob di kecamatan Bonang, Demak.
"Harus ada normalisasi sungai yang penting mengarah alur ke muara. Kanalisasi seperti Kota Semarang mungkin bisa mengurangi banjir rob yang ada di kecamatan Bonang," tutupnya. (Ito)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/stunting-perubahan-iklim.jpg)