Kamis, 23 April 2026

Liga 3

Anggaran Hambat Kepastian Nasib Persikaba di Liga 3 Jateng

Nasib Persikaba untuk berkompetisi di Liga 3 masih belum jelas. Salah satu faktor utamanya adalah keterbatasan anggaran.

Penulis: Ahmad Mustakim | Editor: Muhammad Olies
Humas Persiku Kudus
Pemain Persikaba Blora mencoba mengambil bola dari Pesepakbola Persiku Kudus saat laga Liga 3 Jawa Tengah di Stadion Wergu Wetan Kudus, Selasa (13/12/2022). 

TRIBUNMURIA.COM, BLORA – Nasib Persikaba untuk berkompetisi di Liga 3 masih belum jelas.

Salah satu faktor utamanya adalah anggaran terbatas.

Sehingga masih belum dipastikan apakah akan berfokus pada pembinaan atau eksistensi klub dengan mengikuti Liga 3 Jawa Tengah.

Ketua umum Persikaba Blora Maryanto mengungkapkan, saat ini pihaknya masih bersiap untuk mengikuti kongres biasa Asprov PSSI yang akan berlangsung 17 Juni mendatang.

Setelah itu, pihaknya akan berdiskusi dengan stakeholder sepak bola Kota Sate untuk memutuskan langkah yang akan ditempuh untuk memajukan olah raga tersebut.

"Kami akan berdiskusi dulu dengan stakeholder sepak bola yang ada di Blora. Seperti Dinporabudpar, Koni, serta Askab untuk membahas terkait pendanaan dan keikutsertaan liga 3 mendatang," ungkap Maryanto.

Baca juga: Dilibas Persiku Kudus Dua Gol Tanpa Balas, Kapten Persikaba Keluhkan Kondisi Lapangan

Baca juga: Persiku Kudus Lumat Persikaba Blora 6-1 di Stadion Wergu Wetan, Lanjutan Liga 3 Jateng

Maryanto menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih belum mendapatkan kejelasan mengenai dukungan anggaran untuk Laskar Arya Penangsang.

Sehingga pertemuan dengan para stakeholder dirasa penting untuk kepastian keberjalanan klub ke depan.

“Setelah kongres biasa Asprov, kami juga berencana mengkoordinasi dengan PS (Persatuan Sepak bola) anggota persikaba, maksimal akhir Juni 2023 nanti," jelasnya.

Maryanto mengungkapkan, pihaknya telah merencanakan untuk menjadikan Persikaba sebagai klub profesional.

Namun untuk merealisasikannya, masih harus berdiskusi dengan para stakeholder.

Termasuk dengan klub-klub anggota Persikaba dan juga dengan supporter.

Profesionalisme yang dimaksud yaitu dengan mengubah Persikaba menjadi berbentuk badan hukum atau badan usaha. Atau ada PT (perusahaan) yang membawahinya.

"Biar tidak ada lagi simpang siur masalah pendanaan. Karena secara otomatis Persikaba akan berdiri sendiri," terangnya.

"Dengan catatan utang-utang Persikaba yang sekiranya masih mengganjal di kepengurusan itu akan kita hilangkan semua," imbuhnya.

Maryanto menambahkan, jika nanti dari stakeholder yang lain ingin berkonsentrasi di pembinaan, dalam hal ini Askab yang berperan, tentunya Askab PSSI juga harus dibenahi. Baik secara kepengurusan ataupun manajerialnya.

Dirinya berharap nantinya kepengurusan Persikaba akan diisi oleh orang-orang yang berkompeten dan bisa merumput kembali. (kim)

 

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved