Jumat, 24 April 2026

Lebaran 1444 H

BRIN Prediksi Ada Perbedaan Penetapan Idul Fitri 1444 H, Ini Alasannya

BRIN memprediksi bakal terjadi perbedaan penetapan Idul Fitri. Perbedaan waktu Idul Fitri bukan karena perbedaan metode hisab dan rukyat.

Editor: Muhammad Olies
Freepik
Ilustrasi Idul Fitri 

TRIBUNMURIA.COM - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi bakal terjadi perbedaan penetapan Idul Fitri tahun ini.

Perbedaan waktu Idul Fitri bukan karena perbedaan metode hisab dan rukyat, melainkan karena beda kriteria.

Seperti diketahui, untuk awal puasa Ramadan 1444 H, tak ada perbedaan antara pemerintah dan Muhammadiyah. Semuanya serentak menetapkan puasa Ramadhan jatuh pada Kamis, 23 Maret 2023.

Namun demikian, hal serupa tidak berpotensi terjadi pada penetapan Lebaran atau hari raya Idul Fitri 2023.

Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin mengatakan, kemungkinan besar terdapat perbedaan Idul Fitri antara pemerintah dan Muhammadiyah.

Menurut dia, pemerintah kemungkinan akan memutuskan Idul Fitri jatuh pada Sabtu, 22 April 2023.

Sementara Muhammadiyah melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 1/MLM/1.0E/2023, menetapkan 1 Syawal 1444 H jatuh pada Jumat, 21 April 2023.

"Ya, versi pemerintah dan beberapa ormas Islam Idul Fitri 22 April, versi Muhammadiyah 21 April," kata dia, dikutip dari Kompas.com, Senin (10/4/2023).

Menurut Thomas, perbedaan Idul Fitri bukan karena perbedaan metode hisab dan rukyat, melainkan kriteria.

Posisi Bulan pada saat maghrib 20 April 2023, menurut dia, masih rendah di ufuk barat. Hal inilah yang menjadi sebab perbedaan lantaran kriterianya berbeda.

Baca juga: Cuti Bersama Lebaran 1444 H Jadi Lima Hari, Mulai 19-25 April 2023, Ini Alasannya

Baca juga: Sidang Isbat Awal Ramadan 1444 H Digelar Petang Ini, Simak Berikut Link Streaming dari Kemenag

Berdasarkan kriteria wujudul hilal yang mana Bulan lebih lambat terbenam daripada matahari, saat maghrib posisi bulan telah berada di atas ufuk.

"Atas dasar kriteria tersebut, Muhammadiyah mengumumkan Idul Fitri pada keesokan harinya, yaitu 21 April 2023," terang Thomas.

Di sisi lain, kriteria baru MABIMS yang dianut pemerintah mensyaratkan tinggi bulan minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Artinya, menurut kriteria visibilitas hilal MABIMS, tidak mungkin akan terlihat hilal karena penampakannya yang sangat-sangat tipis.

"Maka pada saat rukyat sesudah maghrib 20 April 2023, tidak akan ada saksi yang bisa melihat hilal," kata dia.

Apabila hal tersebut terjadi, menurut Thomas, sidang isbat akan menetapkan bulan Ramadhan istikmal, yaitu digenapkan menjadi 30 hari. Oleh karena itu, awal Syawal atau Idul Fitri 2023 pada kalender Nahdlatul Ulama (NU), Persatuan Islam (Persis), dan pemerintah akan ditetapkan pada hari berikutnya, yakni 22 April 2023.

"Kepastiannya kita tunggu pengumuman pemerintah setelah sidang isbat," tuturnya

.Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Idul Fitri 2023 Tanggal Berapa? BRIN Prediksi Potensi Beda Pemerintah dan Muhammadiyah"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved