Berita Viral

Antropolog Jerman Timo Duile Meneliti Asal Usul Kuntilanak Indonesia: Ghost Narratives

Antropolog asal Jerman Timo Duile membuat penelitian mengenai hantu Kuntilanak Indonesia.

Penulis: Budi Susanto | Editor: Daniel Ari Purnomo
istimewa
ILUSTRASI: Kuntilanak. 

TRIBUNMURIA.COM, SEMARANG - Mitos mengenai hantu kuntilanak ternyata jadi sorotan akademisi Jerman.

Bahkan mereka membuat sebuah penelitian mengenai kuntilanak.

Penelitian mengenai kuntilanak itu dilakukan oleh Timo Duile seorang antropolog asal Jerman.

Ilustrasi Kuntilanak
Caption: Ilustrasi Kuntilanak

 

Dalam penelitiannya, kuntilanak menjadi simbol perlawanan alam terhadap perusakan lingkungan.

Timo menuliskan asal kuntilanak dari Pontianak, Kalimantan Barat. Nama kuntilanak berasal dari nama puntianak atau daerah Pontianak.

Kuntilanak atau hantu Pontianak disebutkannya terkenal hingga Asia Tenggara, seperti Singapura hingga Malaysia.

Penelitian Timo sendiri berjudul Ghost Narratives and Malay Modernity in Pontianak.

Wujud kengerian kuntilanak juga disebutkan Timo merupakan ekspresi dan upaya mengkonseptualisasikan perlawanan kerusakan alam oleh masyarakat Melayu.

Dalam artian, wujud menakutkan kuntilanak dan mitosnya sengaja dimunculkan agar alam di Pontianak tak semakin rusak.

Ia menarasikan kuntilanak tinggal di pohon-pohon besar dan tinggi, jika pohon tersebut hilang sosok hantu wanita menakutkan akan muncul.

Bagi masyarakat Indonesia, kuntilanak digambarkan sebagai sosok hantu perempuan berambut panjang.

Selain itu, perwujudan kuntilanak juga digambarkan mengenakan dress panjang berwarna putih.

Menurut Widyo Leksono satu di antara budayawan Kota Semarang, kuntilanak merupakan sosok imajiner yang tergambar dari budaya tutur.

"Sama seperti buto ijo dan lainnya. Tapi yang menarik, penelitian tersebut menggambarkan konsep kuntilanak merupakan perlawanan karena rusaknya alam," paparnya, Senin (27/2/2023).

Ia menggaris bawahi, alam menjadi sumber segala hal dan wajib dijaga melalui berbagai cara.

Hal tersebut juga disadari oleh masyarakat zaman dahulu baik masyarakat Jawa ataupun suku lainnya.

Ia memberikan contoh, mitos hantu atau penunggu pohon yang sering didengar masyarakat Jawa melalui budaya tutur.

Dilihat secara seksama, pohon menjadi penjaga ekosistem air tanah, jika hilang ekosistem air akan rusak.

"Masyarakat menyadari air sumber kehidupan, jadi lumrah juga muncul mitos seperti hantu penjaga pohon dan segelas macamnya agar pohon tersebut tak ditebang," paparnya.

Ditambahkannya, mitos kuntilanak harus dilihat lebih dari sekedar menakut-nakuti tapi melalui prespektif yang lebih dalam.

"Mitos bukan membodohi masyarakat, namun cara masyarakat Melayu menjaga alam yang kini semakin tak karuan kondisinya," terangnya.

Sumber: TribunMuria.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved