Berita Kudus

Lagi, Investor Asal Brebes Bangun Jembatan Apung untuk Warga Kawasan Perbatasan Kudus - Demak

Investor asal Brebes kembali membangun jembatan apung untuk warga kawasan perbatasan Kabupaten Kudus dan Demak.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Muhammad Olies
Tribun Muria/Rezanda Akbar D.
Salah seorang warga terlihat berjalan di Jembatan Apung Sambung-Sambung Roso yang menghubungkan Desa Sambung, Kecamatan Undaan Kudus dan Desa Sambung, Kecamatan Gajah, Demak. 

TRIBUNMURIA.COM, KUDUS - Investor asal Brebes kembali membangun jembatan apung untuk warga kawasan perbatasan Kabupaten Kudus dan Demak.

Pembangunan jembatan apung ini untuk memudahkan akses warga Kota Wali dan Kota Kretek di kawasan pinggiran tersebut. 

Jembatan apung itu menghubungkan Desa Sambung, Kecamatan Undaan Kudus dengan Desa Sambung, Kecamatan Gajah, Demak.

Jembatan apung tersebut, dibangun oleh investor yang sama dengan Jembatan Apung Setrowaru yang menghubungkan Desa Setrokalangan, Kudus dengan Desa Kedungwaru Lor, Demak.

Saat ini, pengerjaan jembatan apung itu sudah berjalan 90 persen. Rencananya, jembatan ini akan diberi nama Jembatan Apung "Sambung-Sambung Roso".

Sebelum ada jembatan apung ini, warga sekitar memanfaatkan perahu rakit atau getek untuk menyeberangi Sungai Wulan. Untuk jasa perahu rakit, Rp 5ribu sekali menyeberang.  

"Sambung-sambung Roso ini diambil dari nama tiap desa yakni Desa Sambung Kecamatan Gajah dan Desa Sambung Kecamatan Mejobo," ucap Tarno, pengelola jembatan Sambung-sambung Roso, Rabu (25/1/2023).

Baca juga: Jembatan Setro Waru Diresmikan, Akses Penghubung Demak-Kudus Jadi Lebih Cepat

Baca juga: Jembatan Setro Waru Penghubung Kudus - Demak Masih Membahayakan, DPRD dan Pemkab Kudus Usul Ini

Baca juga: Ingin Eliezer Dibebaskan, Eliezers Angels dan Polisi Rekan Satu Letting Hadiri Sidang Pledoi

Menurut Tarno, saat ini jembatan masih belum bisa digunakan karena masih dalam tahapan finishing, pemasangan lampu, pembuatan pos penjagaan dan penataan akses jalan menuju jembatan.

"Jembatan apung ini, dibuat sepanjang 90 meter dan lebar 2,5 meter. Diperkirakan, akan diresmikan pada awal Februari 2023," jelasnya.

Jembatan ini akan mempersingkat waktu tempuh warga yang melintas di atasnya.

Jika dibandingkan, tarif penyeberangan jembatan apung ini juga lebih murah ketimbang memutar dengan jarak sekitar tiga kilometer.

"Nanti bayar Rp 2 ribu, itu masih murah daripada harus memutar tiga kilometer untuk bayar bensin dan membuang tenaga," kata Tarno. (Rad)

 

Sumber: TribunMuria.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved