Bisnis

Istana Container Indonesia Tawarkan Bangunan Rumah Tahan Gempa, Pakai Peti Kemas Bekas

Puput Riyadi, Direktur CV Istana Container Indonesia, mencoba menawarkan solusi dengan mendirikan bangunan yang terbuat dari peti kemas bekas.

Penulis: Faisal Affan | Editor: Daniel Ari Purnomo
Faisal Affan
Puput Riyadi, Direktur CV Istana Container Indonesia, saat menunjukkan proses pembuatan rumah dari peti kemas bekas, Kamis (12/1/2023) 

TRIBUNMURIA.COM, SEMARANG - Indonesia merupakan negara yang berpotensi mengalami bencana alam seperti gempa, tanah longsor, dan banjir.

Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk beradaptasi dengan mendirikan bangunan yang tahan terhadap bencana.

Puput Riyadi, Direktur CV Istana Container Indonesia, mencoba menawarkan solusi dengan mendirikan bangunan yang terbuat dari peti kemas bekas.

Puput Riyadi, Direktur CV Istana Container Indonesia, saat menunjukkan proses pembuatan rumah dari peti kemas bekas, Kamis (12/1/2023)
Puput Riyadi, Direktur CV Istana Container Indonesia, saat menunjukkan proses pembuatan rumah dari peti kemas bekas, Kamis (12/1/2023) (Faisal Affan)

Pihaknya menjelaskan, peti kemas bisa dimodifikasi untuk tempat tinggal, kafe, restoran, bahkan rumah ibadah yang tahan bencana.

"Hampir semua bangunan bisa. Untuk rumah, restoran, pos polisi, halte, hotel, kos-kosan, dan sebagainya. Konstruksi peti kemas yang kuat menjadikan bangunan tahan terhadap gempa, longsor, bahkan banjir," tuturnya, Kamis (12/1/2023).

Berkecimpung di dunia modifikasi peti kemas sejak 2015, Puput mengklaim bangunan buatannya lebih aman dibandingkan bangunan konvensional.

"Rumah kontainer cocok untuk daerah yang rawan banjir. Karena kalau mau meninggikan cukup pakai ganjal saja. Tidak perlu pondasi. Apalagi rumah kontainer kelebihannya bisa dipindah-pindah," jelasnya.

Selain itu, modifikasi peti kemas bekas untuk rumah juga tidak perlu khawatir panas atau lainnya. Sebab, Puput sudah melapisinya dengan peredam panas yang membuat ruangan lebih sejuk.

"Tanpa AC tidak masalah. Karena sudah saya beri peredam panas. Rumah dari 10 kontainer yang ditumpuk juga tidak perlu konstruksi yang berlebihan. Tetap aman-aman saja," ujar Puput.

Meski begitu, tidak semua lahan bisa digunakan untuk rumah yang terbuat dari peti kemas bekas. Sebab, Puput memerlukan akses jalan yang luas untuk mengirim peti kemas.

"Jadi sebelum dibuat, saya pastikan dulu akses ke lahannya cukup. Karena diangkut pakai truk tronton. Pakai forklift juga," tambahnya.

Puput menyediakan dua jenis peti kemas dengan ukuran 20 feet dan 40 feet. Untuk rumah dengan ukuran 20 feet lengkap dengan dekorasi dan AC dibandrol mulai Rp 50 juta.

"Kalau menyesuaikan rumah tipe 36 itu butuh dua kontainer. Harganya kurang lebih Rp 100 juta. Itu sudah ada lampu, AC, jendela, dan lainnya. Harga menyesuaikan permintaan bentuk interior," terangnya.

Puput mengklaim, rumah yang terbuat dari peti kemas bekas bisa tahan hingga 20 tahun lebih. Sehingga tidak perlu khawatir terhadap korosi.

"Saya pernah buat rumah dari peti kemas yang dibikin tahun 80-an. Tetap masih bagus dan kuat. Semuanya tentu sudah kami perhitungkan agar bisa bertahan lama," pungkasnya.(afn)

 

Sumber: TribunMuria.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved