Berita Jateng

Cuaca Ekstrem, Perbaikan Lampu Penerangan Jalan di Kota Pekalongan Meningkat

Cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi, disertai angin kencang berdampak pada kerusakan penerangan jalan umum (PJU) di Kota Pekalongan.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: Moch Anhar
Dokumentasi Kominfo Kota Pekalongan
Tim PJU Dinhub Kota Pekalongan saat memperbaiki PJU yang mengalami kerusakan, Minggu (8/1/2023). 

TRIBUNMURIA.COM, PEKALONGAN - Cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi, disertai angin kencang berdampak pada kerusakan penerangan jalan umum (PJU) di Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Jumlah PJU yang rusak atau harus diperbaiki setiap harinya mengalami peningkatan sejak akhir tahun 2022 sampai saat ini.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinhub Kota Pekalongan, Moh Karmani mengatakan, bahwa tim PJU Dinas Perhubungan (Dinhub) Kota Pekalongan dalam waktu sehari biasanya hanya memperbaiki 5-7 PJU, sedangkan dampak cuaca ekstrim ini meningkat 7-10 PJU setiap harinya.

Baca juga: Sudah Sepekan Lebih, BPBD Kudus Catat Pengungsi Banjir Mencapai 1.128 Jiwa

"Ada berbagai berbagai kerusakan, seperti korslet, lampu mati, putus jaringan, dan lainnya."

"Tim PJU terus bekerja keras mengani informasi PJU yang rusak, yang terberat adanya pohon yang tumbang juga mengenai jaringan atau tiang PJU, yang mengakibatkan pada malam hari gelap gulita," kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dinhub Kota Pekalongan, Moh Karmani saat rilis yang diterima TribunMuria.com, Minggu (8/1/2023).

Menurut Karmani, perbaikan PJU secara rutin sering dilakukan untuk kenyamanan pengguna jalan dan meningkatkan stabilitas keamanan lalu lintas.

"Lampu PJU untuk menerangi jalan umum di malam hari, sehingga mempermudah bagi para pengguna jalan untuk melihat dengan lebih jelas dan dapat meningkatkan tingkat keselamatan berlalu lintas juga mengurangi dari tindak kejahatan, satu hari mati atau gelap masyarakat akan terkena dampaknya," ujarnya.

Dijelaskanya, perbaikan PJU dilakukan usai adanya aduan atau laporan dari masyarakat baik secara langsung, melalui telepon, dan media sosial Dinhub.

"Ini paling banyak laporan dari masyarakat, harapannya ketika warga Kota Pekalongan menemukan PJU mati atau bermasalah dapat segera menghubungi Dinhub agar PJU segera diperbaiki."

"Ketika mengirim laporan, kami mohon untuk menyertakan lokasi PJU beserta fotonya untuk memudahkan tim kami," jelasnya.

Baca juga: Air PDAM Mati, Warga Dinar Indah Meteseh, Korban Banjir Semarang, Cuci Pakaian di Saluran Irigasi

Adapun PJU yang diperbaiki yakni Jalan Sriwedari, Jalan Wilis, Jalan Melati, Jalan Majapahit, Jalan Anggrek, Jalan Exit Tol Setono, Jalan Teknopolitan Raya, dan Jalan RA Kartini.

Kemudian di Jalan Ki Mangun Sarkoro, PJU Alun-alun, Jalan Ir Sutami, dan Pos Exit Tol Setono, lalu PJU di Jalam Tritura, Jalan KH Ahmad Dahlan, Tirto Gg 12, Jalan Rambutan Binagriya, Sampangan Gg 6, Jalan Wali Bule, Jalan Sakura, dan Jalan Pelita 5. (*)

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved