Berita Jateng

Pengemis dan Pengamen Tak Boleh Masuk, Stiker Larangan Tertempel di Mulut Gang-gang Kota Semarang

Hampir di setiap pemukiman yang ada di kelurahan Kota Semarang memasang spanduk larangan masuk pengamen dan pengemis.

Penulis: Budi Susanto | Editor: Moch Anhar
TRIBUNMURIA.COM/BUDI SUSANTO
Spanduk larangan masuk pengamen dan pengemis yang dipasang di gapura Jalan Pusponjolo Timur Semarang Barat, Jumat (11/11/2022). 

TRIBUNMURIA.COM, SEMARANG - Hampir di setiap pemukiman yang ada di kelurahan Kota Semarang memasang spanduk larangan masuk pengamen dan pengemis.

Peringatan tersebut juga memuat tulisan gerakan Kota Semarang bebas dari anak jalanan, gelandang, pengemis serta orang terlantar (PGOT).

Di wilayah Pusponjolo Timur Semarang Barat misalnya, di sejumlah gang yang ada juga tertempel larangan tersebut.

Beberapa warga mengaku larangan itu memang dipasang secara serentak di wilayah Pusponjolo.

Baca juga: Forpis Kabupaten Tegal Edukasi Cara Sikat Gigi dan Cuci Tangan yang Benar pada Siswa TK

"Banyak pengamen dan pengemis di wilayah kami, jadi saat ada instruksi memasang larangan kami pasang secara senang hati," terang Ahmad warga Pusponjolo kepada TribunMuria.com, Jumat (11/11/2022)

Dijelaskannya, lantaran Pusponjolo dekat dengan jalan raya dan tak jauh dari pusat kota hingga obyek wisata, wilayah tersebut disasar oleh pangamen dan pengemis.

Tak jarang satu rumah bisa didatangi pengemis atau pengamen 4 kali dalam sehari.

"Orangnya ya ganti-ganti, sekarang ada larangan kalau ada pengemis atau pengemen ya saya ingatkan agar tidak masuk pemukiman," terangnya.

Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengimbau tak memberikan uang atau barang ke pengemis maupun pengamen yang masuk ke pemukiman.

Larangan tersebut juga tertuang dalam Perda Nomor 4 Tahun 2014. Di mana pada Pasal 24 menyebutkan, setiap orang dilarang memberikan uang atau barang ke anak jalanan dan PGOT, di jalan umum atau traffic light.

Baca juga: Dua Pemuda Diduga Terpengaruh Obat-obatan, Titipkan Motor ke Warga Kalipancur Semarang

"Misalnya, ada yang minta-minta di pemukiman, warga bisa melapor, tim akan segera melakukan penindakan," katanya.

Fajar menambahkan, koordinasi ke kecamatan, kelurahan hingga tingkat RT terkait larangan tersebut sudah dilakukan.

Dalam koordinasi Fajar menyebutkan semua jajaran diberikan mandat untuk menegakkan Perda.

"Kalau ada yang nekat tetap ngamen dan minta-minta di pemukiman akan kena sanksi tegas," tambahnya. (*)

Sumber: TribunMuria.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved