Berita Blora

Kasus Covid-19 Melonjak Tajam di Blora dalam Sebulan Terakhir, Bupati Gelar Rapat di Pendopo

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora menggelar rapat evaluasi penanganan Covid-19 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Senin (7/11/2022).

Penulis: Ahmad Mustakim | Editor: Yayan Isro Roziki
TribunMuria.com/Ahmad Mustakim
Pemerintah Kabupaten Blora yakni jajaran Forkopimda Blora menggelar rapat evaluasi penanganan covid 19 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Senin (7/11/2022). 

TRIBUNMURIA.COM, BLORA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora menggelar rapat evaluasi penanganan Covid-19 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Senin (7/11/2022).

Ini menyusul adanya lonjakan tajam kasus Covid-19 di Kabupaten Blora.

Rapat dihadiri jajaran forkopimda Blora dengan seluruh stakeholder di Kabupaten Blora

Bupati Blora Arief Rohman mengajak seluruh masyarakat dan stakeholder terkait dalam penanganan kasus Covid-19 ini. 

"Mari bersama-sama kita ikut berperan dalam penanganan Covid-19 ini, seperti yang sudah kita lakukan sebelumnya," ucap Arief Rohman membuka rapat evaluasi tersebut, Senin (7/11/2022). 

Senada disampaikan Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, yang menyebut adanya kenaikan tajam kasus Covid-19.

"Bulan Oktober kita sudah ada 48 kasus, di minggu pertama November ini sudah ada peningkatan 27 kasus."

"Itu menyebar di 16 kecamatan," terang Tri Yuli Setyowati. 

"Kita tidak bisa memaksakan masyarakat untuk tetap tenang, tapi kita mengimbau kepada masyarakat untuk tetap prokes," tegas Tri Yuli Setyowati. 

Dikatakannya, jika memang sudah terpapar Covid-19, maka warga diminta untuk tetap isolasi mandiri. 

"Untuk warga yang ada komorbitnya tetap kita sarankan untuk dibawa ke RS, untuk kita pantau dan dimasukkan ruang isolasi," ucap Tri Yuli Setyowati. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Edi Widayat mengungkapkan, secara epidemiologi, tren Covid-19 ada kenaikan kasus lebih dari 100 persen dalam kurun waktu yang sama. 

"Untuk kasus Covid-19 di bulan Oktober ini mulai ada kenaikan, pada September hanya 10, Oktober menjadi 48, November per tanggal 6 sudah ada 27 kasus," ungkap Edi Widayat. 

"Sehingga kita waspada, karena ini tidak akan berhenti karena akan naik terus," beber Edi Widayat. 

Masyarakat diimbau untuk waspada, terkait kenaikan kasus covid 19 ditahun 2022 ini. 

"Prediksi secara epidemiologi nanti puncaknya ada di bulan Februari tahun 2023," ujar Edi Widayat. (kim) 

Sumber: TribunMuria.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved