Senin, 13 April 2026

Berita Jateng

91 Rumah Rusak Berat Tertimpa Longsor di Kecamatan Gumelar Banyumas

Hujan deras menyebabkan tanah longsor yang mengakibatkan sebanyak 91 rumah mengalami rusak berat Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas.

Istimewa Relawan Siaga Bencana Singarasa Gumelar.
Warga saat bergotong royong membersihkan longsor di Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Jumat (14/10/2022).  

TRIBUNMURIA.COM, BANYUMAS - Hujan deras dengan intensitas tinggi di wilayah Kecamatan Gumelar, Banyumas mengakibatkan tanah longsor di beberapa titik.

Sebanyak 91 rumah di Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas rusak berat karena terdampak tanah longsor.

Puluhan rumah tersebut tersebar di 10 desa.

Baca juga: Antisipasi Bencana, Bupati Hartopo : Kami Sudah Koordinasi Sampai Desa

Hujan deras yang terjadi sejak Rabu (12/10/2022) sekira pukul 16.00 WIB hingga Kamis (13/10/2022) sekira pukul 07.00 WIB. 

Akibat derasnya hujan dan waktu hujan yang cukup lama, berdampak pada terjadinya bencana tanah longsor.

Kurang lebih ada sebanyak 53 titik longsor dan jalan amblas sebanyak 17 titik yang tersebar di 10 Desa di wilayah Kecamatan Gumelar.

Berikut ini 10 Desa terdampak tanah longsor di Kecamatan Gumelar.

1. Desa Karangkemojing 1 titik tanah longsor.
2. Desa Paningkaban 5 titik tanah longsor dan 1 titik jalan desa amblas.
3. Desa Gancang 6 titik tanah longsor.
4. Desa Kedungurang 2 titik tanah longsor dan 1 titik jalan desa amblas.
5. Desa Cihonje 5 titik tanah longsor.

Longsor di Kecamatan Gumelar, Banyumas
Warga saat bergotong royong membersihkan longsor di Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Jumat (14/10/2022).


6. Desa Cilangkap 3 titik tanah longsor dan 4 titik tanah amblas.
7. Desa Gumelar 6 titik tanah longsor.
8. Desa Tlaga 10 titik tanah longsor dan 4 titik jalan kabupaten amblas.
9. Desa Samudra 10 titik tanah longsor dan 2 titik tanah amblas.
10. Desa Samudra Kulon 5 titik tanah longsor dan 5 titik jalan desa amblas.

Baca juga: Sumbatan Sampah Sungai Bringin Kian Memperparah Banjir Mangkang Semarang

"Adapun tindakan yang dilakukan adalah membentuk Posko penanganan bencana terpadu Bersama Forkompinca, Pemerintah Desa dan Relawan. 

Kemudian mendata lokasi bencana, melaksanakan penanganan yang bersifat darurat bersama masyarakat, melakukan himbauan kepada warga yang terdampak agar hati-hati dan selalu waspada apabila terjadi longsoran," ujar Ketua Kampung Siaga Bencana Singarasa Gumelar, Ahmad Fauzi kepada Tribunbanyumas.com.

Selanjutnya pada Jumat (14/10/2022) dimulai pukul 08.00 WIB dilaksanakan assessment dengan melibatkan dari unsur Forkompinca. (jti) 

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved