Berita Jateng
Seniman Mural Solo Bikin Pesan Perdamaian Sepak Bola di Tembok Simpang Ngarsopuro
Sejumlah muralis yang tergabung dalam Komunitas Soloissolo mengelar aksi solidaritas atas tragedi Kanjuruhan dan aksi damai sepak bola Indonesia.
Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: Moch Anhar
TRIBUNMURIA.COM, SOLO - Sejumlah muralis yang tergabung dalam Komunitas Soloissolo mengelar aksi solidaritas atas tragedi Kanjuruhan dan aksi damai sepak bola Indonesia.
Pantauan TribunMuria.com, para muralis mulai menyemprotkan cat pada dinding sebuah bangunan tak terpakai di kawasan Koridor Ngarsopuro, Jalan Gatot Subroto, Kota Solo.
Proses pembuatan mural juga diiringi penyalaan puluhan lilin dan syal bertuliskan AREMA, serta doa dipanjatkan untuk ratusan korban tragedi Kanjuruhan.
Mural tersebut juga bertulisan #Doauntukkanjuruhan CUKUP SEKALI, JANGAN TERULANG LAGI!, SATU CINTA SEPAKBOLA INDONESIA.
Baca juga: Liga 3 Kembali Ditangguhkan, Safin Pati FC: Kami Dukung Keputusan Federasi
Baca juga: Liga 3 Dihentikan Sementara, Persikas Kabupaten Semarang Pertimbangkan Isi Waktu untuk Latihan
Selain tulisan pesan perdamaian sepakbola, tergambar pula para suporter yang saling berangkulan mengenakan baju yang berlogo sejumlah klub di Indonesia.
Yakni seperti Persis Solo, PSIM Yogyakartaz Arema FC, PSS Sleman, PSIS Semarang, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan Persib Bandung.
"Ini pesan damai untuk persepakbolaan di Indonesia. Dengan media mural, setiap harinya di jalan ini ratusan orang lewat. Harapanya, suara-suara perdamaian ini memberi pesan positif untuk kita semua," kata Koordinator Soloissolo, Irul Hidayat, Rabu (5/10/2022) malam.
Mural ini, lanjut Irul, juga disediakan ruang untuk masyarakat ikut menulis pesan perdamaian.
Hasilnya, banyak masyarakat terlihat merespon untuk bergabung dalam mendukung aksi ini.
Bahkan, masyarakat umum selain dari kalangan suporter banyak yang sengaja berhenti, memotret, dan mendukung adanya aksi ini.
"Semoga bisa membawa kebaikan untuk kita semua. Kita berdoa untuk paea korban.
Kita berharap ini menjadi langkah-langkah awal supaya semua orang itu menyadari bahwa sepak bola itu sekedar olahraga sportivitas dan kita tidak mengingat ada kejadian seperti ini (Tragedi Kanjuruhan)," kata Pembina Pasoepati, Ginda Ferachtriawan, Rabu (5/10/2022).
Baca juga: Berikut Daftar 16 Kebudayaan Jateng Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional
Baca juga: All About Batik Ada di Sini, Ganjar Dorong Pekalongan Jadi Pusat Batik Dunia
Pria yang juga Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persis Solo di Stadion Manahan, mengaku sangat mengapresiasi atas aksi yang dilaksanakan oleh para muralis dan kelompok suporter ini.
"Kita sangat menghormati ya ternyata masyarakat baik itu pecinta pula maupun masyarakat termasuk seniman-seniman yang kebetulan lagi mengerjakan mural di sepanjang Gatot Subroto, juga mengambil tema ini, sebagai pesan perdamaian," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/mural-105.jpg)