Berita Jateng

80 Anak Berkebutuhan Khusus Kudus Unjuk Kebolehan Lewat Pagelaran Seni dan Kreasi

Sebanyak 80 anak berkebutuhan khusus dari Lembaga Terapi Anak Berkebutuhan Khusus, Rumah Belajar Anak (RBA) Kabupaten Kudus unjuk kebolehan.

Penulis: Saiful MaSum | Editor: Moch Anhar
RBA Kudus
Siswa Lembaga Terapi Anak Berkebutuhan Khusus, Rumah Belajar Anak (RBA) Kabupaten Kudus mengikuti lomba melukis gerabah dalam pagelaran seni dan kreasi anak, Minggu (28/8/2022). 

TRIBUNMURIA.COM, KUDUS - Sebanyak 80 anak berkebutuhan khusus dari Lembaga Terapi Anak Berkebutuhan Khusus, Rumah Belajar Anak (RBA) Kabupaten Kudus unjuk kebolehan melalui pagelaran seni dan kreasi.

Berbagai kreativitas ditunjukkan para siswa usia 2-24 tahun dengan berbagai karya.

Di antaranya, lukisan gerabah dengan menggunakan tiga media, tanah liat, bambu, dan kayu. 

Baca juga: Farel Dendangkan Lagu Baru Berjudul "Tugiman", Ternyata Ditujukan untuk Ganjar Pranowo

Beberapa lukisan karya siswa turut mewarnai sebuah galery karya anak sebagai wadah menuangkan ide dan kreativitas masing-masing.

Kepala Lembaga Terapi Anak Berkebutuhan Khusus, Rumah Belajar Anak (RBA) Kabupaten Kudus, Viena Widayani mengatakan, pagelaran seni kali ini bekerjasama dengan Spesial Olympic Indonesia (SOIna) dalam rangka memeriahkan HUT ke-11 RBA.

Pihaknya mencoba memberi wadah dan fasilitas bagi para siswa berkebutuhan khusus untuk berkarya dan bermain dengan bahagia.

Lebih lanjut, mereka juga mempertontonkan pentas-pentas seni kebudayaan, seperti karawitan, lomba puisi, adu ketangkasan, tari kreasi, hingga fashion show. 

"Pagelaran Seni dan Kreasi Anak Berkebutuhan Khusus ini kami konsep dengan tema semangat. Jadi para siswa bisa berkreasi sesuai bakat dan minat masing-masing," terangnya, Minggu (28/8/2022) di Pondok Kreatifitas SOIna Getas Pejaten, Kecamatan Jati.

Baca juga: Masih Tersedia, Tiket Pertandingan Persekat Vs Gresik United Senin Besok, Ini Daftar Harganya

Viena menyebut, saat ini ada 80 siswa yang belajar di RBA dengan berbagai hambatan, mulai dari tuna rungu, tuna netra, autisme, hingga speech delay.

Pihaknya akan terus berusaha memberikan semangat dan edukasi kepada para siswa berkebutuhan khusus, guna menatap masa depan. 

"Nah pagelaran ini sebagai upaya agar anak didik bisa menunjukkan karya-karya kepada orangtua dan masyarakat. Bahwa mereka mampu, mempunyai karya, dan berprestasi," tuturnya. (*)

Sumber: TribunMuria.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved