Selasa, 9 Juni 2026

Berita Jateng

Menilik Wisata Petik Melon di Kabupaten Kudus, Ada Varian Buah dari Jepang

Muria Farm Hidroponik yang terletak di Dusun Kauman, Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kudus membuka wisata petik melon.

Tayang:
Penulis: Saiful MaSum | Editor: Moch Anhar
TRIBUNMURIA.COM/SAIFUL MA'SUM
Deni Saputra, pemilik Muria Farm Hidroponik menunjukkan buah melon hidroponik siap panen untuk wisata petik melon di Dusun Dusun Kauman, Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kudus, Minggu (21/8/2022). 

Pihaknya bisa memaksimalkan panen melon hingga empat kali dalam setahun.

Dengan modal dua greenhouse yang ada, Deni bisa mendapatkan hasil panen hingga 2,7 ton setiap musim panen, yaitu 75 hari setelah masa tanam. 

Setiap pohonnya, dia memaksimalkan satu buah dengan berat rata-rata 1,8 kilogram guna menyesuaikan permintaan pasar.

"Saat ini, musim panennya belum bisa ditentukan kapan waktunya karena masih terbatas greenhouse. Akan kami coba kembangka terus supaya lebih banyak," ujar dia.

Pada tahun ini, Deni mematok target bisa mengembangkan budidaya tanamannya hingga memiliki 12 greenhouse.

Dengan modal tersebut, pihaknya ingin sedikit demi sedikit memenuhi permintaan pasar.

Dia juga berharap, tanaman melonnya bisa panen setiap dua pekan untuk menjaga kontinuitas stok produk.

"Pasar melon ini sampai ke Jakarta, Surabaya, Semarang, dan beberapa kota besar. Saat ini saja, permintaan Jakarta 7 ton perpekan, kami masih kewalahan, meskipun sudah gandeng 5 mitra. Karena butuh paling tidak 36 greenhouse," jelasnya.

Baca juga: Bangkitkan Perekonomian Pasca Pandemi Covid-19, Warga Tirto Pekalongan Ramaikan Festival Budaya

Pada akhir bulan ini, Deni bakal mulai mengembangkan usahanya di atas lahan seluas satu hektare. 

Pihaknya berencana mengembangkan komoditi semangka agar lebih variatif.

Dia ingin, pengembangan wisata petik buahnya bisa lebih meriah dan berkembang dari waktu ke waktu. 

"Hidroponik ini memang kuncinya perawatan paling utama, pekerjaan mudah namun harus disiplin. Di dalam green house harus steril, nutrisi dan air tercukupi, serta harus dijaga agar terbebas dari hama. Untuk bijinya kami datangkan langsung dari Jepang, Belanda, Korea, dan butuh sinar matahari penuh dalam perawatan," tuturnya. (*)

Sumber: TribunMuria.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved