Selasa, 9 Juni 2026

Berita Kudus

Kenalkan Profesi Petani, Pelajar di Kudus Belajar Tanaman Hidroponik di Kebun Modern

Anak-anak diajak belajar menanam sayuran selada di Muria Farm Hidroponik yang terletak di Dusun Kauman, Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kudus.

Tayang:
Penulis: Saiful MaSum | Editor: Moch Anhar
TRIBUNMURIA.COM/SAIFUL MA'SUM
Puluhan anak didik dari perkumpulan Gereja Flame CC JKI Elim Kudus belajar metode tanam selada hidroponik di Muria Farm Hidroponik, Minggu (21/8/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Sebanyak 45 pelajar dari jenjang toddler sampai SMP dari perkumpulan Gereja Flame CC JKI Elim Kabupaten Kudus belajar metode tanam hidroponik langsung ke petaninya, Minggu (21/8/2022). 

Kegiatan edukasi sejak dini ini dilakukan pihak gereja untuk memberikan wawasan langsung kepada anak didiknya.

Kali ini, mereka diajak belajar menanam sayuran selada di Muria Farm Hidroponik yang terletak di Dusun Kauman, Desa Besito, Kecamatan Gebog.

Penanggungjawab kegiatan, Priscilla mengatakan, edukasi pertanian ini serangkaian kegiatan tour anak didik untuk mengenalkan mereka kepada lingkungan.

Baca juga: Menilik Wisata Petik Melon di Kabupaten Kudus, Ada Varian Buah dari Jepang

Khusus soal pertanian, pihaknya mengarahkan anak didik belajar tentang pertanian modern yang menggunakan metode hidroponik.

Dia berharap, belajar langsung pada tempat praktek akan memberikan pemahaman lebih kepada anak didik supaya bisa menangkap materi pembelajaran dengan cepat. 

"Kegiatan edukasi ini program tahunan, tujuannya mengenalkan anak dalam pendidikan langsung. Kali ini temanya pertanian modern, biar anak berani mencoba dan tidak takut menjadi petani," terangnya.

Pemilik Muria Farm Hidroponik Kudus, Deni Saputra menjelaskan, budidaya tanaman dengan metode hidroponik sudah ia geluti sejak 2012.

Khusus tanaman sayuran, katanya, dibuka sarana edukasi bagi pelajar, komunitas, maupun masyarakat umum.

Saat ini, Deni memiliki sebuah greenhouse seluas 1.500 meter persegi yang dimanfaatkan untuk budidaya selada hidroponik.

Di dalamnya, dia memiliki kurang lebih 20 ribuan tanaman selada yang dikembangkan bersama teman-temannya.

Deni mengaku fokus pada produksi tanaman, namun pihaknya juga tetap membuka sarana edukasi bagi siapapun yang hendak belajar langsung di tempatnya.

Baca juga: Boemisora, Destinasi Wisata Alam Baru di Kabupaten Semarang, Pemandangan Bentang Alam yang Indah

"Kalau selada ini bisa dipanen setiap umur 45 hari dari masa tanam. Fokus kami tetap produksi, juga wisata edukasinya tetap jalan," kata dia.

Di greenhouse Deni, pengunjung bisa memilih langsung selada yang mau dipetik layaknya wisata petik sayur.

Pengunjung tidak dikenakan biaya masuk perkebunan, namun dibebani biaya selada yang dibawa pulang. (*)

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved