Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Semarang

Kasus PMK di Kab Semarang Capai 3.797 Ekor, Bupati Ngesti: Yang Sehat, Jaga agar Tidak Tertular

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengimbau masyarakat di wilayah yang dipimpinnya untuk tetap tenang di saat wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Tayang:
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: Moch Anhar
Pemkab Semarang
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha menyuntikkan vaksin PMK ke salah satu sapi perah di Dusun Indrokilo, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/6/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengimbau masyarakat di wilayah yang dipimpinnya untuk tetap tenang di saat wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang kian merebak menjelang penyembelihan hewan kurban saat Hari Raya Idul Adha 2022 yang jatuh pada Juli 2022 mendatang.

Hal itu lantaran menurutnya, hewan ternak ruminansia, terutama sapi di Kabupaten Semarang masih terhitung jauh lebih banyak dibanding yang terjangkit PMK.

“Kami memohon masyarakat yang akan kurban, beli sapi yang ada di wilayah Kabupaten Semarang.
Yang sehat masih banyak, kemudian misalnya ada (hewan kurban) yang terkena (PMK), asal tidak parah bisa dijadikan kurban sesuai fatwa MUI.

Untuk daging hewan yang terkena PMK, disarankan untuk direbus dahulu selama kurang lebih 30 menit,” ungkapnya kepada TribunMuria.com, Kamis (30/6/2022) hari ini.

Baca juga: Pemkab Semarang Mulai Vaksinasi PMK, Sentra Sapi Perah di Desa Lerep Ungaran Jadi Lokasi Pertama

Baca juga: Papan Nama Kantor Psikolog di Jl Kaligarang Semarang Terbakar, Satpam Kewalahan Padamkan Api Sendiri

Baca juga: Lembaga Amil Zakat Dompet Dhuafa Siapkan 1.713 Ekor Domba untuk Dibagi di 17 Kota di Jateng

Sebagai informasi, hingga saat ini total kasus PMK di Kabupaten Semarang mencapai 3.797 ekor hewan ternak.

Sementara itu, untuk pasokan hewan ternak untuk kebutuhan kurban, Ngesti menerangkan bahwa jumlahnya masih terbilang aman.

“Jadi hewan ternak untuk kurban yang berada di wilayah Kabupaten Semarang sekitar 75 ribu ekor.
Sedangkan yang terkena sekitar 3.700 ekor, berarti masih ada sekitar 71 ribu yang sehat.
Maka kami minta juga warga untuk melakukan pencegahan-pencehahan agar hewan yang sehat tidak tertular,” pungkasnya. (*)

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved