Berita Semarang

Kawasan Pelabuhan di Semarang Sering Terendam Rob, Ratusan Buruh Lamicitra Pilih Keluar Kerja

Ratusan buruh di kawasan berikat Lamicitra Nusantara, Pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang, memilih keluar kerja dari pabrik.

Penulis: Iwan Arifianto | Editor: Moch Anhar
TRIBUNMURIA.COM/IWAN ARIFIANTO
Nasib sopir truk di kawasan Lamicitra harus tertahan selama hampir sepekan akibat banjir rob yang merendam kawasan tersebut, Sabtu (28/5/2022). 

TRIBUNMURIA.COM, SEMARANG - Ratusan buruh di kawasan berikat Lamicitra Nusantara, Pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang, memilih keluar kerja dari pabrik.

Mereka keluar dari pekerjaannya lantaran jengah dengan banjir rob yang sering merendam kawasan tersebut.

Ratusan buruh pabrik yang keluar akibat banjir rob terjadi dimulai di tahun 2021.

Gelombang buruh resign semakin besar saat terjadi tanggul jebol pada 23 Mei 2022.

Baca juga: Persis Solo Keok 1-2 dari PSIS Semarang, Mahesa Jenar di Puncak Klasemen Grup A Piala Presiden 2022

Baca juga: Berita Viral: Warga Takjub, Lahir Anak Sapi Berkepala Dua, Bermulut Dua, dan Bermata Tiga di Blora

Baca juga: Kolaborasi Konservasi Lingkungan, PLN Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Perum Perhutani

"Yang keluar dari pabrik tidak hanya ada satu-dua, tapi ratusan. Sudah ada databasenya di tempat kami," kata Koordinator DPP Federasi Serikat Pekerja Indonesia Perjuangan-Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (FSPIP KASBI) Karmanto kepada TribunMuria.com, Selasa (21/6/2022).

Menurutnya, ratusan buruh itu keluar sebab alami stres mengalami banjir rob tak berkesudahan.

Mereka banyak mengeluarkan biaya tak seharusnya, seperti harus memperbaiki motor maupun biaya akibat rob sehingga memilih keluar.

Apalagi bekerja di kawasan itu tak memiliki jaminan pekerja akan aman bebas dari musibah rob.

Sekaligus tidak mendapatkan penghidupan malah menambah utang yang nantinya tidak bisa dibayarkan.

"Banjir rob memang sudah sering terjadi. Saya sudah kerja di Lamicitra selama 13 tahun dan sering terjadi rob," terangnya.

Ia menjelaskan, para pekerja yang resign berusia di bawah 30 tahun.

Baca juga: Derby Jateng, Carlos Fortes Pahlawan Mahesa Jenar, PSIS Menang Tipis Atas Persis

Baca juga: Persis Solo Keok 1-2 dari PSIS Semarang, Mahesa Jenar di Puncak Klasemen Grup A Piala Presiden 2022

Mereka berani memilih keluar kerja di pabrik karena seusia mereka masih ada jenjang pekerjaan lain yang lebih menjamin penghidupan.

"Sebaliknya buruh usia tua di atas 40 tahun seperti saya, mau tidak mau tetap bertahan," tandasnya. (*)

Sumber: TribunMuria.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved