Berita Semarang
Bersama Baznas, Para Musisi Kota Semarang Jadi Relawan Pengumpul Zakat
Biasanya unit pengumpul zakat (UPZ) berasal dari sejumlah instansi, BUMD, masjid, atau lembaga keagamaan lainnya.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Moch Anhar
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Biasanya unit pengumpul zakat (UPZ) berasal dari sejumlah instansi, BUMD, masjid, atau lembaga keagamaan lainnya.
Di Semarang, para musisi secara sukarela bergabung menjadi relawan resmi pengumpul zakat di bawah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang.
Pembentukan UPZ dari sejumlah musisi yang tergabung Forum Komunikasi Musisi Kota Semarang (Forkoms) tersebut ditandai dengan bentuk charity ramadhan dengan memberikan santunan yatim piatu, di Kantor Sekretariat Rumah Muallaf kota Semarang, Jalan Bukit Dingin Perumahan Permata Puri, Bringin Ngaliyan, Senin (18/4/2022) lalu.
Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Besok Kabupaten Banyumas, Ramadhan Hari ke-18 Rabu 20 April 2022
Baca juga: Hadapi Potensi Antrian Panjang di Tol Kalikangkung saat Arus Mudik, Ini yang Dilakukan Jasa Marga
Baca juga: Bikin Geger! Warga Pati Temukan Bayi Perempuan di Depan Kandang Ternak, Polisi: Baru Dilahirkan
Ketua Forkoms, Arya Tedjo Nugroho mengatakan, akan berkolaborasi dengan Baznas Kota Semarang dalam pengumpulan beberapa jenis zakat.
Pihaknya mencoba berkolaborasi dengan Baznas dalam pengumpulan zakat fitrah maupun zakat mal dengan menjadi UPZ Baznas Kota Semarang.
"Harapan kami Forkoms dan Baznas bisa saling bersinergi, take and give apa yang menjadi kewajiban kita semua," terang Arya, dalam keterangan tertulis, Selasa (19/4/2022).
Kemauan dari forum musisi tersebut direspons positif oleh Ketua Baznas Kota Semarang,
Arnaz Agung Andrarasmara.
Pihaknya telah membentuk sekitar 700 UPZ masjid. Menurutnya, kemauan sukarela musisi untuk bergabung menjadi UPZ menjadi hal luar biasa.
Ide awal pembentukan UPZ musisi berawal dari obrolan biasa yang kemudian direspin baik oleh mereka.
Ke depan, Baznas bersama Forkoms akan berkolaborasi dalam kegiatan sosial dalam banyak hal guna membantu Pemerintah Kota Semarang dalam percepatan pengentasan kemiskinan di Kota Lunpia.
Baca juga: Peredaran Rokok Ilegal di Jateng Meningkat saat Pandemi, Begini Kata Kepala Bea Cukai Semarang
Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Besok Kabupaten Cilacap, Ramadan Hari ke-18 Rabu 20 April 2022
Baca juga: Komplotan Maling di Brebes Jual Rokok Curian secara Online, Polisi: Spesialis Sasar Minimarket
"Jika ada yang membutuhkan bantuan, tidak tiba-tiba membuat charity, tapi sudah dilakukan dengan pengumpulan zakat secara kolektif dan kontinyu melalui UPZ yang sudah di bentuk dan ini jelas akan sangat membantu," jelasnya.
Arnaz juga berharap, setelah bergabungnya para musisi menjadi UPZ Baznas Kota Semarang, nantinya dapat diikuti para milenial lain. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/Forum-Komunikasi-Musisi-Kota-Semarang-19-4.jpg)