Berita Semarang
Dihargai Rp300 Ribu, Besi Penutup Drainase Jadi Favorit Maling Semarang
Ratusan besi penutup lubang drainase Semarang jadi sasaran pencurian. Hal itu bahkan bikin Pemkot jengkel sehingga menggantinya dengan penutup beton.
Penulis: Iwan Arifianto | Editor: Moch Anhar
TRIBUNMURIA.COM, SEMARANG - Ratusan besi penutup lubang drainase Semarang jadi sasaran pencurian.
Hal itu bahkan bikin Pemkot jengkel sehingga menggantinya dengan penutup beton.
Pengamatan Tribunjateng.com (Tribun Network) di lapangan, besi lubang drainase hilang di sejumlah ruas jalan Semarang di antaranya Kelud, Pamularsih, Jalan Gajah Mada, Pandanaran,dan lainnya.
Di beberapa ruas jalan tersebut, ada saluran yang dibiarkan melompong sehingga dipenuhi sampah berupa daun, plastik makanan, dan lainnya.
Adapula yang sudah diganti dengan ditutup beton.
Baca juga: 706 Peserta akan Perebutkan 187 Formasi, Tes Seleksi Perades Pati Digelar di Unisbank Semarang
Baca juga: Layani Arus Mudik dan Balik Lebaran 2022, PO Haryanto Siapkan 250 Unit Bus: yang 15 Mercy Baru
Lantas, berapa harga besi inlet sehingga jadi buruan para pencuri.
Menurut pengepul besi rongsok di wilayah Kalibanteng Kidul, Semarang Barat, besi inlet dipatok harga ratusan ribu.
"Biasanya harga Rp300 ribuan, tergantung ukuran dan tebal besi," terang pengepul rongsok tersebut yang enggan disebutkan identitasnya kepada Tribunjateng.com, Jumat (8/4/2022).
Ia mengaku, jarang sekali membeli besi jenis tersebut.
"Sudah jarang sekali. Sekarang tidak ada," terangnya.
Diberitakan sebelumnya, Besi penutup lubang drainase atau inlet di sejumlah jalan Kota Semarang jadi sasaran empuk para maling.
Terbaru, kejadian pencurian terjadi di Jalan Kelud,Petompon, Gajahmungkur.
Kejadian itu sempat terekam kamera CCTV pada Minggu (3/4/2022) pukul 02.25 WIB.
Aksi pencurian dilakukan oleh dua orang pemuda yang mengendarai sepeda motor matik.
Mereka datang ke lokasi kejadian dari utara ke selatan.
Mereka dengan lihai mencongkel inlet besi dengan bantuan alat di depan sebuah rumah mewah.
Aksi mereka juga cukup tenang meski arus lalu lintas saat itu ada beberapa pemotor lain yang melintas.
Hanya butuh waktu tak kurang dari dua menit, mereka berhasil menggondol besi tersebut.
Selepas mencuri, dua pemuda tersebut memutar arah dari selatan ke utara atau dari Jalan Kelud ke arah Bendungan Pleret Semarang.
"Iya saya tahu kejadian itu dari media sosial," ujar Amir seorang ojek online yang biasa mangkal di dekat lokasi kejadian, Jumat (8/4/2022).
Menurutnya, kejadian pencurian itu semisal satu titik saja tak masalah.
Akan tetapi jika besi penutup jalan semua dicongkel maka akan berakibat buruk.
Terutama saat hujan deras.
"Setahu saya fungsi besi sebagai jalan masuk air ke drainase dan penyaring. Kalo inlet dicuri drainase bisa kesumbat," paparnya.
Lebih jauh, ketika drainase kesumbat maka akan muncul genangan air di jalan raya.
Genangan air tersebut tentu akan berbahaya bagi para pengguna jalan.
"Terutama ojol kayak saya yang biasa mondar-mandir di jalan," ungkapnya.
Baca juga: Jelang Perayaan HUT ke-473 Kabupaten Jepara, Rombongan Bupati Ziarahi Makam Leluhur
Baca juga: Survei SMRC Unggulkan Anies-AHY Menangi Pilpres 2024, Ketum Demokrat: Itu Harapan Masyarakat
Sementara itu, Kapolsek Gajahmungkur Kompol Juliana BR Bangun mengaku, masih mendalami kasus pencurian tersebut.
"Iya masih kami lakukan penyelidikan," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/muria/foto/bank/originals/84-saluran-drainase.jpg)